Indahnya Kerajinan Kupu-kupu
BISA MENYALA DI DALAM GELAP
Bagi pencinta kupu-kupu, Anda bisa memiliki dan menikmati keindahan
sayapnya setiap saat. Kupu-kupu ini pun tak akan mati. Hal ini berkat
kerajinan kupu-kupu yang terbuat dari bulu itik dan daun sirsak. Siapa
sangka, kerajinan home made ini telah menembus pasar mancanegara.
Kupu-kupu yang lucu
Ke mana engkau terbang?
Hilir mudik mencari bunga-bunga yang kembang
Berayun-ayun pada tangkai yang lemah
Tidaklah dirimu merasa lelah….
Anda pasti tak asing lagi dengan lagu anak-anak di atas. Keindahan kupu-kupu
telah banyak memberi inspirasi bagi banyak orang. Tidak hanya lagu anak,
tapi juga menjadi kerajinan tangan yang cantik. Nah, kini Anda pun dapat
menikmati keindahannya di gorden, kulkas, cermin, atau kaca mobil. Kerajinan
kupu-kupu yang seindah aslinya ini dibuat dengan menggunakan bulu itik.
Salah satu yang memulai binis kerajinan kupu-kupu ini adalah Efrananta
Junius Ginting (29) yang memberi gerai bernama Hübsch. Dengan memanfaatkan
bulu itik, terciptalah "kupu-kupu" yang seindah aslinya. Dua tahun lalu,
ujar pria yang akrab disapa Anta ini, ada perajin yang datang ke gerainya
yang ada di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Sang perajin menawarkan
kerajinan kupu-kupu dari bulu itik.
Menurut Anta, bulu itik tersebut dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai
sayap kupu-kupu, sedangkan tubuh kupu-kupu tersebut terbuat dari spons. Bulu
tersebut lalu diwarnai dengan pewarna tekstil dan dipasangkan pada tangkai
panjang yang terbuat dari kawat tipis. "Saya lalu meminta sampel-nya.
Iseng-iseng saya taruh di vas. Ternyata banyak orang yang tertarik. Akhirnya
malah keterusan," ujar Anta yang dalam usahanya dibantu kedua saudara
kandungnya, Kiki dan Lora.
Selama ini, Hübsch mengambil kupu-kupu dari perajin yang berasal dari
Yogyakarta, Mojokerto, dan Malang. Untuk bahan bakunya, sengaja dipilih bulu
itik dari Surabaya yang kualitasnya bagus. Maksudnya bulunya rapat dan tak
gampang rusak. Menurut Anta, para perajin tersebut bisa menghasilkan 10.000
buah kupu-kupu seminggu.
MANFAATKAN DAUN SIRSAK
Kendati kupu-kupu tersebut dibuat oleh para perajin daerah, dalam proses
produksi Hübsch juga turun tangan, misalnya dalam hal pemilihan warna.
Setiap ada jenis produk kupu-kupu baru, Hubsch selalu meminta sampel dari
para perajin untuk dijadikan bahan pertimbangan. Untuk mendapatkan warna
sayap kupu-kupu yang lebih cerah, Hübsch meminta para perajin untuk
mengganti pewarna tekstil dengan air brush. Sayapnya pun dihiasi glitter
warna-warni.
"Karena kalau pakai pewarna tekstil, warnanya kurang cerah. Beda kalau pakai
air brush yang warna-warnanya lebih bervariasi dan cerah. Selain itu, kami
juga meminta masukan dari konsumen," jelas Lora seraya mengatakan harga
kerajinannya relatif murah. Tiga buah kupu-kupu cantik bertangkai dijual
seharga Rp 10 ribu.
Selain kupu-kupu dari bulu itik, Hübsch juga menawarkan kupu-kupu transparan
yang terbuat dari daun buah sirsak. Mula-mula, daun sirsak tersebut direndam
hingga jadi kerangka daun, dikeringkan dengan dijemur, dan dibentuk seperti
sayap kupu-kupu, lalu diberi pewarna tekstil. Sebagai pemanis, ditambahkan
glitter pada sayap-sayapnya.
Berbeda dari kupu-kupu dari bulu itik, pengerjaan kupu-kupu dari daun ini
lebih rumit dan lama. "Ini merupakan inovasi baru. Kami belum lama
memasarkannya. Karena lebih rumit, harganya lebih mahal dibandingkan
kupu-kupu dari bulu itik. Satu tangkai harganya Rp 5 ribu," tutur Anta.
Lora menambahkan, penjualan eceran kupu-kupu makin meningkat setelah Hüubsch
menyediakan vas yang terbuat dari pasir pantai dan kertas daur ulang. "Sejak
ada vas, jadi laku. Orang jadi nanya-nanya satu set harganya berapa.
Pertamanya iseng, ternyata malah banyak peminatnya," ujarnya.
Untuk itu, Hübsch menyediakan satu "paket" yaitu 10 kupu-kupu bertangkai
beserta vasnya seharga Rp 45 ribu. Untuk kupu-kupu daun, dengan harga yang
sama, pembeli bisa mendapat satu vas dan lima kupu-kupu daun. "Perawatannya
gampang, kok. Jika sayapnya berdebu, cukup dibersihkan dengan hati-hati
menggunakan kuas lembut," kata Lora. |