2 Oktober 2014  06:25 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
ROTI RAKSASA DI SUPERMAL KARAWACI
SARASEHAN PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI
"SAYA TIDAK MEROKOK" DI MEGAMAL PLUIT
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Indahnya Kerajinan Kupu-kupu
BISA MENYALA DI DALAM GELAP

Bagi pencinta kupu-kupu, Anda bisa memiliki dan menikmati keindahan sayapnya setiap saat. Kupu-kupu ini pun tak akan mati. Hal ini berkat kerajinan kupu-kupu yang terbuat dari bulu itik dan daun sirsak. Siapa sangka, kerajinan home made ini telah menembus pasar mancanegara.

KLIK - Detail Kupu-kupu yang lucu
Ke mana engkau terbang?
Hilir mudik mencari bunga-bunga yang kembang
Berayun-ayun pada tangkai yang lemah
Tidaklah dirimu merasa lelah….


Anda pasti tak asing lagi dengan lagu anak-anak di atas. Keindahan kupu-kupu telah banyak memberi inspirasi bagi banyak orang. Tidak hanya lagu anak, tapi juga menjadi kerajinan tangan yang cantik. Nah, kini Anda pun dapat menikmati keindahannya di gorden, kulkas, cermin, atau kaca mobil. Kerajinan kupu-kupu yang seindah aslinya ini dibuat dengan menggunakan bulu itik.

Salah satu yang memulai binis kerajinan kupu-kupu ini adalah Efrananta Junius Ginting (29) yang memberi gerai bernama Hübsch. Dengan memanfaatkan bulu itik, terciptalah "kupu-kupu" yang seindah aslinya. Dua tahun lalu, ujar pria yang akrab disapa Anta ini, ada perajin yang datang ke gerainya yang ada di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Sang perajin menawarkan kerajinan kupu-kupu dari bulu itik.

Menurut Anta, bulu itik tersebut dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai sayap kupu-kupu, sedangkan tubuh kupu-kupu tersebut terbuat dari spons. Bulu tersebut lalu diwarnai dengan pewarna tekstil dan dipasangkan pada tangkai panjang yang terbuat dari kawat tipis. "Saya lalu meminta sampel-nya. Iseng-iseng saya taruh di vas. Ternyata banyak orang yang tertarik. Akhirnya malah keterusan," ujar Anta yang dalam usahanya dibantu kedua saudara kandungnya, Kiki dan Lora.
KLIK - Detail
Selama ini, Hübsch mengambil kupu-kupu dari perajin yang berasal dari Yogyakarta, Mojokerto, dan Malang. Untuk bahan bakunya, sengaja dipilih bulu itik dari Surabaya yang kualitasnya bagus. Maksudnya bulunya rapat dan tak gampang rusak. Menurut Anta, para perajin tersebut bisa menghasilkan 10.000 buah kupu-kupu seminggu.

MANFAATKAN DAUN SIRSAK
Kendati kupu-kupu tersebut dibuat oleh para perajin daerah, dalam proses produksi Hübsch juga turun tangan, misalnya dalam hal pemilihan warna. Setiap ada jenis produk kupu-kupu baru, Hubsch selalu meminta sampel dari para perajin untuk dijadikan bahan pertimbangan. Untuk mendapatkan warna sayap kupu-kupu yang lebih cerah, Hübsch meminta para perajin untuk mengganti pewarna tekstil dengan air brush. Sayapnya pun dihiasi glitter warna-warni.

"Karena kalau pakai pewarna tekstil, warnanya kurang cerah. Beda kalau pakai air brush yang warna-warnanya lebih bervariasi dan cerah. Selain itu, kami juga meminta masukan dari konsumen," jelas Lora seraya mengatakan harga kerajinannya relatif murah. Tiga buah kupu-kupu cantik bertangkai dijual seharga Rp 10 ribu.

KLIK - Detail Selain kupu-kupu dari bulu itik, Hübsch juga menawarkan kupu-kupu transparan yang terbuat dari daun buah sirsak. Mula-mula, daun sirsak tersebut direndam hingga jadi kerangka daun, dikeringkan dengan dijemur, dan dibentuk seperti sayap kupu-kupu, lalu diberi pewarna tekstil. Sebagai pemanis, ditambahkan glitter pada sayap-sayapnya.
Berbeda dari kupu-kupu dari bulu itik, pengerjaan kupu-kupu dari daun ini lebih rumit dan lama. "Ini merupakan inovasi baru. Kami belum lama memasarkannya. Karena lebih rumit, harganya lebih mahal dibandingkan kupu-kupu dari bulu itik. Satu tangkai harganya Rp 5 ribu," tutur Anta.

Lora menambahkan, penjualan eceran kupu-kupu makin meningkat setelah Hüubsch menyediakan vas yang terbuat dari pasir pantai dan kertas daur ulang. "Sejak ada vas, jadi laku. Orang jadi nanya-nanya satu set harganya berapa. Pertamanya iseng, ternyata malah banyak peminatnya," ujarnya.

Untuk itu, Hübsch menyediakan satu "paket" yaitu 10 kupu-kupu bertangkai beserta vasnya seharga Rp 45 ribu. Untuk kupu-kupu daun, dengan harga yang sama, pembeli bisa mendapat satu vas dan lima kupu-kupu daun. "Perawatannya gampang, kok. Jika sayapnya berdebu, cukup dibersihkan dengan hati-hati menggunakan kuas lembut," kata Lora. 


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Lyra Virna-Eric Scada
• Ponco Buwono
• Yessy Vibrator
• Yosi "Project Pop"
• Kesaksian Tetangga Dr Azahari
• Pinky Selamat dari Ledakan Bom Jordania
• Perginya Perry si Musisi Penyabar
• Penuturan Keluarga Korban Pangandaran
• Cerita Istri Sopir Taksi
• Rumah Mainan My House
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.