|
|
| |
Best
view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
|
|
 |
 |
 |
 |

Amara - Frans Lingua
Trauma Masa Lalu
Keinginan Frans dan Amara 'Lingua' bertemu dengan keluarga besar Amara di
saat Lebaran kemarin maih saja belum terealisasi. Baik Frans, Amara, dan
juga si kecil Mahija Nataniel Sambarana Arienta Wira tak memungkinkan
melakukan sungkeman terutama dengan ibu Amara, Itje Komar. "Akhirnya,
Lebaran di rumah saja," jelas Amara saat ditemui disela-sela syuting di RS
Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, Sabtu (12/11).
Ternyata kehadiran Mahija yang diharapkan dapat mendamaikan Frans-Amara
dengan Itje, tidak disambut baik. Selama ini, Itje hanya menganggap Amara
dan Wira sebagai anak dan cucunya. "Sedangkan Frans masih dianggap bukan
sebagai suami saya," kata Amara yang mengaku sudah menempuh beragam upaya
untuk berdamai dengan Itje.
Keduanya justru bingung harus berbuat apa lagi agar pernikahan mereka
direstui Itje. "Makanya, saat ini kami hanya bisa pasrah," ujar Amara yang
dinikahi Frans di Hong Kong, 1 Desember 1999. Lalu, akan sampai kapan? Frans
dan Amara tidak dapat memutuskan secara pasti. "Siapa yang memulai
perdamaian pun saya tidak tahu. Apakah harus dari kami atau pihak orang
tua," kata Frans yang menolak jika harus merombak keluarga kecil yang
dibangun dengan susah-payah ini.
Kelak, jika sang anak sudah besar, Amara akan menjelaskan apa adanya. "Biar
dia melihat dan merasakan sendiri," kata Amara senada dengan Frans.
"Komunikasi itu penting sekali. Jangan sampai ditutup-tutupi atau ada kesan
curiga satu sama lain," jelas Amara yang sudah tidak lagi berkomunikasi
dengan ibunya itu. Dan yang paling penting, Amara tak mau anaknya kelak
menemukan jodoh yang berbeda keyakinan. "Lebih baik aku stop sekarang juga,"
tegasnya. |
|
< Dokumen Nova >
|
|
FOTO-FOTO:
Kurniasih Tjitradjaja
|
|
 |
 |
|
 |
|