25 Oktober 2014  18:04 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
TERBIT, BUKU PINTAR TENTANG GITAR
BREADTALK RAIH SERTIFIKAT HALAL
BUKA PUASA BERSAMA BAYER
LEBARAN BERSAMA SHAFIRA
SATU WARNA DARI GUSNALDI
Sirkulasi Majalah Gramedia Jatim
AMANDEMEN UU KESEHATAN
"MY JUNIOR SUPER CHEF" FILMA
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Penipuan Calon Bintang Sinetron
RUGI UANG, PEKERJAAN PUN HILANG

Menjadi artis sinetron masih jadi impian banyak orang. Tak heran ajakan mengikuti audisi untuk menjadi bintang selalu diminati. Namun, audisi di Semarang ini malah menimbulkan kekecewaan.


KLIK - Detail Sebuah iklan yang ditayangkan sebuah teve lokal di Semarang dan iklan kecil di harian terbitan ibu kota Jawa Tengah itu, menarik minat Titik Widayanti (24). Iklan yang ditayangkan Mei silam itu isinya senada, "Ikuti audisi untuk menjadi bintang sinetron Rembulan di Kampungkali (RdK). Daftarkan diri Anda segera!"

Gadis cantik yang sehari-hari dipanggil Yanti ini langsung tertarik untuk ikut mendaftarkan diri. "Saya ingin mengembangkan bakat saya dibidang akting dan entertaint. Saya enggak memandang honor, kok, Syukur kalau bisa terkenal. Itu saja," ujar Yanti saat ditemui di rumahnya di Kudus, Jawa Tengah.

Beberapa hari kemudian, ditemani kakak iparnya, wanita jebolan IKIP tahun 2003 ini bergegas ke Hotel Bali di Jalan Imam Bonjol, Semarang untuk mendaftarkan diri dengan membayar Rp 35.000. Yanti tidak sendirian. Di sana sudah ada puluhan "pesaing" yang berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah. Semua mau melamar ikut audisi di PH Marendra pimpinan Yoga Siandi YP yang datang dari Jakarta itu.

DIMINTA BAYAR UANG
Sejumlah tes akting harus dilakukan Yanti. Ia diminta panitia memerankan adegan orang yang marah. Singkat kata, Yanti dinyatakan lolos audisi yang diumumkan beberapa hari kemudian. Hati Yanti merasa berbunga-bunga. Mimpi jadi bintang sinetron, tak lama lagi akan diraih. "Saya pikir dengan menjadi bintang sinteron, saya akan mendapat penghasilan yang lebih besar," ujar guru privat Bahasa Inggris ini.

Anehnya, meski sudah dinyatakan lolos, Yanti diminta untuk membayar uang sebesar Rp 1,5 juta. Dalihnya, "Uang itu untuk pembinaan agar saya selalu mendapat peran dalam sinteron atau iklan produksi PH Marendra. Saya bayar dua kali, pertama Rp 750 ribu, selanjutnya membayar Rp 400 ribu, sehingga total Yanti menyerahkan Rp 1.150.000. "Uang itu saya ambil dari tabunganku," tambahnya.

Harapan jadi bintang yang begitu bergelora membuat Yanti tak keberatan menyerahkan sejumlah uang. Ia juga bersemangat ketika panitia audisi memintanya untuk mengikuti pelatihan selama sebulan. "Saya enggak mikir lagi bagaimana capeknya wira-wiri dari Kudus ke Semarang saban Sabtu dan Minggu selama sebulan," kata Yanti seraya mengatakan, jarak kedua kota ini sekitar 50 km.

KLIK - Detail Gara-gara mengikuti pelatihan pula, Yanti rela melepaskan pekerjaan sebagai guru privat. "Ya, karena harus mengikuti pelatihan, saya menjadi sering bolos mengajar. Akhirnya saya memilih berhenti mengajar," tambahnya.

Yanti sempat kecewa karena dalam pelatihan, peserta yang berasal dari Yogyakarta juga ikut bergabung. Artinya, persaingan bakal semakin besar. "Sebenarnya saya sudah mulai sebel, tetapi saya mendiamkan saja," ujar Yanti yang juga menandatangani perjanjian bahwa honor pemain dalam episode pertama tidak dibayar. Begitu pun, sekali lagi Yanti mengatakan, "Enggak apa-apa, kok."

Anehnya, dalam surat kontrak, honor pemain di episode selanjutnya tidak disebutkan. "Saya juga merasa aneh. Tapi memang belum dibicarakan," ujar Yanti sambil menunjukkan surat perjanjian kerja.

SADAR TELAH DITIPU
Harapan Yanti menjadi bintang semakin dekat ketika syuting episode pertama benar-benar dilakukan usai pelatihan. Syuting berlangsung selama tiga hari sejak 29 sampai 31 Agustus. Lokasinya di berbagai tempat di Kudus dan Semarang, diantaranya di Jalan Ganesha, Getas, dan Hotel Gripta, Kudus dan Hotel Bali, Semarang.

Yanti merasa bergairah memerankan sosok pembantu rumah tangga yang centil di rumah keluarga Suryo yang kaya. Apalagi, Yoga sang pemilik PH menjanjikan, ia akan terus muncul di tiap episode RdK. "Cerita si netron ini memang menarik. Yaitu menceritakan keharmonisan suatu rumah tangga gara-gara salah satu anaknya menjadi banci."

Yang lebih membuat Yanti bersemangat, Yoga menjanjikan akan terus mempromosikan dia menjadi seperti Oneng dalam sinetron Bajaj Bajuri. "Langkah saya pun semakin mantap. Meski selama syuting saya kurang tidur, saya tidak ragu lagi," ungkap Yanti.

Usai syuting episode pertama, semua peserta break sekitar tiga minggu. Selanjutnya akan dilanjutkan syuting episode kedua. Sambil menunggu syuting episode kedua, Yanti yang merasa sudah kepalang basah, juga mengikuti audisi di PH lainnya, (18/10).

Kali ini, Yanti mengikuti audisi di Star Graha, kerja sama Starvision dan MD Entertain, Jakarta. Ia senang bisa ikut audisi yang diadakan sebuah PH kenamaan. "Saya mengikuti audisi di Jakarta Timur. Saya lolos meski akting yang bawakan berat yaitu harus memerankan orang yang marah tiba-tiba tertawa. Itu sulit lo. Artinya saya memang berbakat di bidang akting,"katanya lagi.

Sebagai kelanjutan audisi tadi, Yanti diundang untuk hadir di Jakarta, (3/10), untuk membicarakan peran yang pantas baginya dalam sinetron produksi Star Graha. Sebenarnya tawaran ini cukup menggiurkan. Namun, ia memutuskan tidak berangkat ke Jakarta agar konsentrasi tidak kacau. Sebab, RdK akan syuting episode berikutnya. "Saya dapat SMS dari Yoga. Isinya ada pertemuan di Hotel Bali, Semarang, Minggu (1/10). Intinya membicarakan rencana syuting episode kedua."

Yanti mulai ragu karena pertemuan tidak ada. Bahkan, Yoga dan kru film lainnya tidak hadir. Sejak itu, Yoga menghilang. Yanti dan pendukung lain sadar, mereka sudah jadi korban penipuan. "Saya kecewa sekali. Selain rugi uang, saya juga rugi tenaga. Saya tidak menduga bakal begini jadinya. Saya ingin Pak Yoga mengembalikan uang saya. Itu saja. Tak saya sangka, ternyata dia penipu," ujarnya sambil menundukkan kepala.  


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Bagi-bagi Duit di Bulan Ramadan
• MODEL BUSANA MUSLIM PENGISI ACARA RAMADAN
• Sepotong Kehidupan Yuni Sulistyawati
• Di Balik Kebakaran Sebuah Ruko
• Penuturan Korban Kebakaran Ruko
• Pasar Tradisional Bergaya Modern
• Dari Pelatihan ESQ for Kids
• Kisah Sukses Made Ngurah Bagiana
• Sampul Alquran Bordir
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.