24 July 2014  17:05 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
PENGHARGAAN SUPERBRANDS UNTUK ACUVUE
PAMERAN DAN FESTIVAL KERAJINAN INDONESIA 2005
Talkshow Pil Binari
PUNCAK PERINGATAN HARI OSTEOPOROSIS NASIONAL 2005
INDAHNYA RAMADAN DANAR HADI
BUKA PUASA BERSAMA PEMBACA NOVA
NGABUBURIT DI ITC CIPULIR MAS
BAZAR MURAH DI SETNEG
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Menonton di Bioskop Mini
BEBAS MAU TERIAK ATAU JOGET

Sebuah alternatif tempat hiburan baru di tempat persewaan DVD. Pelanggan bisa nonton bioskop mini bersama teman atau keluarga. Yuk lihat.

KLIK - Detail Bila dilihat dari luar, banyak yang mengira tempat yang lokasinya berada di lantai basement, di antara tempat parkir mobil di Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan ini adalah toko buku. Maklum, di dalamnya terdapat rak-rak, seperti memajang buku. Setelah masuk, barulah jelas terlihat, benda menyerupai buku itu adalah Digital Versatile Disc (DVD). Benar, tempat itu ternyata adalah persewaan DVD.

Istimewanya, tempat ini bukan hanya persewaan DVD yang koleksinya ribuan film dari berbagai jenis film. Ternyata, di dalamnya juga terdapat bioskop. Namun, jangan bayangkan tempat bernama Subtitles ini adalah sebuah bioskop dengan layar super besar dan ratusan tempat duduk seperti layaknya bioskop yang sering dijumpai.

Untuk ukuran bioskop, luas ruangan bioskop di Subtitles terbilang sangat kecil. Hanya sekitar 4 x 4 meter. Kursinya yang berbentuk sofa bed juga hanya cukup untuk enam orang. Enrico Putono, pemilik Subtitles, memang sengaja merancangnya seperti itu. Pendirian Subtitles, menurut Fujiyanto alias Anto, staf marketing Subtitles, secara tidak langsung berkaitan dengan kegilaan Enrico pada film.

Setiap keluar negeri, Enrico yang kini berusia sekitar 32 tahun tak lupa membeli DVD film lama atau yang baru dirilis. Anto menambahkan, Enrico mulanya hanya membeli DVD film perang untuk koleksi pribadi. Tak jarang, dia mendapatkan film langka, misalnya film ber-genre independen yang kini jadi salah satu andalan Subtitles. Lama-kelamaan, jumlah DVD yang dimilikinya makin banyak.
KLIK - Detail
Karena sayang DVD yang dibeli dengan harga mahal itu menganggur begitu saja, Enrico yang kini bekerja di sebuah bank swasta mendirikan penyewaan DVD di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat pada tahun 2001. Subtitles terus berkembang meski koleksinya belum sebanyak sekarang. Lalu November 2004 silam, Subtitles pindah ke Dharmawangsa Square dengan mengusung konsep baru: penyewaan DVD sekaligus bioskop mini.

PESAN LEBIH DULU
Ide pembuatan bioskop mini, menurut Enrico seperti yang diungkapkan Anto, sebenarnya sudah lama terpikirkan. "Di luar negeri sudah banyak. Rata-rata tempat penyewaan film di Korea, sekaligus dilengkapi dengan theater kecil," jelas Anto. Konsep itulah, lanjut Anto, yang diambil dan dikembangkan di Subtitles. "Selain dibawa pulang untuk ditonton di rumah, para penyewa film juga bisa menonton langsung film yang disewanya di Subtitles."

Sampai sekarang, Subtitles memiliki sekitar 3.500 judul film, antara lain film ber-genre perang, dokumenter, komedi, independen, kartun, dan sebagainya yang 95 persen merupakan film impor. "Awalnya kami mengira, orang yang datang akan lebih banyak menyewa film ketimbang nonton langsung di sini," kata Anto seraya mengatakan, film-film independen koleksinya terbilang lebih banyak dibanding tempat penyewaan lain.

KLIK - Detail Namun, yang terjadi sekarang justru sebaliknya. Kalau pada awalnya orang bisa langsung datang untuk menonton, sekarang agak sulit, terutama pada akhir pekan atau hari libur. Sebab, menurut Anto, jadwal pemutaran film di Subtitles yang dijalankan oleh lima orang karyawan pada saat-saat itu terbilang padat. "Bahkan tanggal 3 - 4 November nanti, jadwal pemutaran film di Subtitles yang tiap hari buka pukul 10.00 - 22.00, malah penuh."

Untuk bisa menyewa atau menonton di Subtitles, menurut Anto, harus jadi anggota lebih dulu layaknya di tempat penyewaan film yang lain. "Di sini ada tiga paket, harganya Rp 75 - 150 ribu per bulan. Untuk anggota yang mengambil paket Rp 75 ribu, misalnya, dia bisa membawa pulang 2 film, maksimal 2 minggu. Kalau telat, dikenakan denda Rp 5 ribu per film per hari," jelas pria yang suka bercanda ini.

Bila ingin menonton, selain membayar uang bulanan, juga diwajibkan membayar tanda masuk seharga Rp 40 - 60 ribu per film untuk 6 orang, tergantung dari paket yang diambil. "Filmnya boleh pilih yang ada di kami, atau bawa dari luar. Seandainya mau memutar film lagi boleh saja, asal tidak bertabrakan jadwal dengan orang lain," tutur Anto sambil menambahkan, film perang dan independen lebih disukai anggota Subtitles.  


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Ramzi - Avi Basalamah
• Mencetak Dai Lewat Layar Televisi
• Si Kecil Novi Tewas di Tangan Ayah Tiri
• Bisnis Laris Brownies Kukus
• Perginya Si Kecil Gita
• Jasa Babysitter & PRT Cadangan
• Seret Calon Mantu Masuk Bui
• Buah Manis Maria Dampingi Si Bungsu
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.