1 Agustus 2014  09:51 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
FAMILI GATHERING PUTERAKEMBARA
LOMBA KARYA TULIS GURU SD
LONG CAKE DARI BREAD TALK
Kiat Hidup Sehat
SK-II BERKUNJUNG KE REDAKSI NOVA
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Seni Kaligrafi Cina
SAMPAI LUPA MASAK

KLIK - Detail Usia seni kaligrafi Cina sungguh sudah sangat panjang. Dari negeri asalnya, kaligrafi ini juga masuk Indonesia. Peminatnya pun banyak. Seni ini lebih diperhatikan lagi menjelang Imlek seperti sekarang.

Usia ibu-ibu ini sudah tak muda lagi. Wajah mereka sudah mulai mengeriput. Namun, tangan mereka begitu terampil menggoreskan kuas di atas kertas. Kuas dengan tinta hitam itu digoreskan ke kanan-kiri dengan teliti. Tak lama kemudian, jadilah huruf-huruf shufa atau kaligrafi Cina. Senyum mengembang, menunjukkan kepuasan. Begitulah pemandangan yang terlihat sehari-hari di Perhimpunan Kaligrafi dan Seni Lukis Nusantara yang sanggarnya terletak di kawasan Petojo Selatan, Jakarta.

Menurut ketuanya, Hariati Tjokro (64), huruf Cina mengandung makna shufa. Fa artinya aturan dan shu berarti menulis. Setiap goresan memiliki aturan penulisan tidak boleh lebih atau kurang. "Ini makna terpenting untuk menulis Kaligrafi Cina, sekaligus memperlihatkan keindahan kualitas kepribadian dari sudut pandang Konfusius," ujar Hariati.

KLIK - Detail Menurut Hariati, seni kaligrafi Cina berasal dari gambar. "Awalnya seni itu hanyalah sebuah gambar. Namun, seiring perjalanan waktu dari tahun ke tahun, seni kaligrafi berganti jadi tulisan. Dari satu tulisan bisa dibuat berbagai macam bentuk hingga ratusan seni tulisan. Jadi, tulisan ini ada seninya. Kaligrafi Cina bisa berbentuk puisi, pantun, kata-kata mutiara, atau pepatah," ujar ibu tiga anak dan nenek delapan cucu ini.

NILAI JUAL TINGGI
Hariati mengisahkan, seni kaligrafi Cina sudah ada sejak tiga ribuan tahun lalu di daratan Cina. "Waktu itu, masyarakat Tionghoa menggali lobang di dalam sebuah goa. Di situ ditemukan tulang binatang yang di atasnya ada ukiran tangan. Terdapat pula batu-batu yang ada ukirannya. Awalnya, kaligrafi memang merupakan suatu hasil karya kesenian dari pahatan di atas batu, tulang-tulang, atau bambu. Sebelum ada kertas, raja di Tiongkok memang menulis di atas batu dan bambu."

Begitulah, kaligrafi berkembang dan masuk ke Indonesia ratusan tahun lalu. Masyarakat pun banyak yang mengembangkannya. Banyak toko yang memasangnya. "Para pemilik toko menganggap, merek toko mereka jadi benilai jual tinggi. Belum lagi kalau yang nulis merek toko itu orang terkenal. Harga papan merek bisa sangat mahal. Untuk warga Cina, merek toko memang penting sekali."

KLIK - Detail Kendati sudah lama dikenal, baru tiga tahun belakangan ini seniman kaligrafi membentuk suatu wadah. Di Indonesia, ada tiga perhimpunan seni kaligrafi yang terkenal, yaitu Perhimpunan Kaligrafi Nusantara, Perkumpulan Seni Kaligrafi Tionghoa, dan Perkasi.

"Kami sudah memiliki ratusan anggota. Karena seni kaligrafi punya nilai seni tinggi, anggota kami kebanyakan wanita. Para wanita itu , kan, lebih banyak waktu dan tekun belajar. Ada lho anggota kami yang sudah berumur 70 tahun."

Dikatakan Hariati, banyak orang yang belajar di Perhimpunan Kaligrafi Nusantara. Mereka belajar seminggu sekali tiap Selasa sore selama tiga jam. Pelajaran yang disampaikan mulai dari dasar yaitu memenag kuas agar pas di tangan. "Lantas bagaimana cara menulisnya hingga bisa dibuat bermacam tulisan sehingga jadilah kaligrafi cantik nan indah," kata Hariati mengaku tak mengutip uang iuran anggota.

Hasil seni kaligrafi ini bisa disaksikan beberapa generasi mendatang. "Seni kaligrafi bisa saja disebut abadi karena dibuat di atas kertas putih yang tahan hingga 50-100 tahun. Kertas ini hanya bisa dibeli di Cina. Tapi, kalau latihan, sih, kami menggunakan kertas koran. Rata-rata ukuran yang biasa digunakan yakni 90 x 120 cm yang harga kertasnya Rp 2.000 per lembar.  


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Chrisye
• Angelina Sondakh
• Dua Gadis Cilik Korban Obsesi Ibu Kandung
• Zarima dan Ferry Rebutan Anak
• Avi "NAIF" Meninggal
• Tragedi di Kebun Jagung
• Akibat Salah Asuhan
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.