29 July 2014  12:56 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Kabar Kabur
Lionel Richie
Udjo "Project Pop"
Alya Rohali Tak Sendiri Lagi
Kisah
Dea Mirella (2)
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Ratna Sinar Sari Djoko Suyanto
BERIKAN BEASISWA PADA ANAK PRAJURIT

KLIK - Detail Sebagai istri Panglima TNI, Ratna Sinar Sari (45) otomatis menjabat Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT. Program utama kerjanya penuh misi sosial. Wajar saja, sejak muda ia sudah giat melakukan kegiatan sosial bersama ibundanya.

Dengan senyum ramah, Ny. Ratna Sinar Sari menerima kehadiran NOVA di ruang rapat gedung Ikatan Kesejahteraan Keluarga Tentara (IKKT). Sampai di gedung ini, Ratna yang tampil cantik dengan busana kotak-kotak dominan warna merah, menemui beberapa pengurus IKKT. Lalu, perempuan kelahiran Madiun 27 Agustus 1961 ini memeluk rekan pengurus. "Maaf, harus menunggu lama. Soalnya mendampingi Bapak dulu ke Istana," tuturnya kepada NOVA.

Setelah mengajak beralih duduk di ruang tamu utama, putri ke-4 dari 5 bersaudara buah cinta mendiang Kol. (AD) Suwarto dan Nani Suhartini itu kembali berujar. "Saya langganan NOVA sejak awal penerbitan lho. Yang bagus-bagus saya kliping. Saya suka semua rubriknya."

KLIK - Detail Perempuan berwajah manis ini beberapa kali melontarkan pertanyaan pada NOVA. Belakangan ia menyadari, dirinyalah yang seharusnya diwawancarai. "Lho, kok, saya malah yang banyak nanya, ya. Udah, ayo mau tanya apa?" Berikut perbincangan NOVA dengan istri Panglima TNI. Marsekal Djoko Suyanto.

Apa komentar Ibu atas terpilihnya Marsekal TNI. Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI?
Sejak awal kami tidak pernah mengira Bapak bakal memegang tampuk pimpinan di tubuh TNI. Jabatan itu amanah.

Ibu pernah memprediksi suami bakal menjadi Panglima TNI?
Sama sekali tidak. Ini seperti anugerah yang luar biasa. Saya dan suami sampai bilang, apakah ini mimpi? Ternyata tidak.

Dari mana Ibu tahu Bapak dicalonkan jadi Panglima TNI?
Bapak tidak pernah memberitahu sebelumnya. Kami justru tahu dari media. Lalu saya tanyakan pada Bapak tentang kebenaran kabar itu. Beliau bilang, namanya juga baru calon. Jadi, belum tentu jadi.

KLIK - Detail Sekarang apa saja tugas Ibu sebagai istri Panglima TNI?

Tugas saya sebelumnya sebagai Ketua Umum Pia Ardyagarini, organisasi Persatuan istri-istri TNI AU yang berada di bawah organisasi Dharma Pertiwi. Sekarang saya menjadi Ketua Umum Dharma Pertiwi yang membawahi organisasi istri dari unsur-unsur Jalasenastri, Pia Ardya Garini, dan Persit. Juga merangkap sebagai Ketua Umum IKKT. Insya Allah semua berjalan lancar.

Demi kesejahteraan keluarga prajurit, apa program kerja Ketua Umum Dharma Pertiwi?

Program kerja selalu dibuat setahun ke depan. Semua program kerja selalu diturunkan ke unsur-unsur hingga tingkat bawah. Untuk tahun ini, kami memfokuskan pada kesejahteraan keluarga prajurit dengan mengedepankan pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia bagi istri prajurit. Salah satunya dengan memberi kursus keterampilan. Putra-putri prajurit kami bantu dengan bea siswa hingga perguruan tinggi.

Bea siswa diberikan untuk yang tidak mampu tetapi berprestasi atau cukup tidak mampu saja?
Bisa dua-duanya. Program kita lainnya adalah Pengurus Peduli Anak Asuh. Maksudnya, selain Dharma Pertiwi memberikan bea siswa, para pengurus di setiap jenjang sampai daerah, diharapkan membantu anak asuh. Dengan adanya kepedulian ini, anak-anak anggota yang belum menerima bea siswa, bisa terbantu pendidikannya.

Terus terang, dengan jumlah anggota yang demikian banyak tapi dana sangat terbatas, kita belum mampu membantu semuanya. Namun, kami tidak diam saja. Tiap tahun jumlah bantuannya diusahakan ditambah.

KLIK - Detail Apakah putra-putri yang bukan anggota TNI bisa menerima bea siswa?

Kami utamakan putra-putri anggota dulu. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan anak-anak yang orangtuanya non-TNI akan kami beri juga. Teknis pemberiannya, biasanya unsur-unsur memberikan daftar nama siapa saja yang perlu diberi bea siswa. Saya ingin sekecil apa pun yang kami berikan, sangat bermanfaat.

Jiwa sosial Ibu sudah tertanam sejak kapan?
Kebetulan mendiang Papi saya dari Angkatan Darat dengan pangkat terakhir kolonel. Mertua saya dari Angkatan Udara. Jadi, saya ini anak kolong. Bagi saya, kegiatan sosial bukanlah barang baru. Kebetulan Mami dulu aktif di kegiatan sosial. Saya belajar dari Beliau. Kan tidak ada sekolah khusus untuk organisasi. Jadi, bagi saya kehidupan itu satu pembelajaran.

Sebagai istri Panglima, akankah Ibu juga ingin membangun relationship dengan prajurit perempuan?
Oh tentu. Saya usahakan akan sering bersilaturahmi dengan Kowan (korps wanita). Meski berprofesi sebagai prajurit TNI, kodrat mereka sebagai wanita tidak bisa hilang. Jadi istilahnya, saya juga ibu bagi mereka. Kita akan tetap memberikan tambahan keterampilan dan pengetahuan tentang etika, masak, dan lainnya tentang kewanitaan.
KLIK - Detail
Apakah Ibu menyediakan ruang dan waktu khusus untuk ajang curhat bagi para istri prajurit yang tengah bermasalah?
Di PIA Ardyagarini ada semacam Crisis Centre, ruang khusus untuk membantu ibu-ibu mengatasi masalahnya secara terbuka. Di sana kami bekerjasama dengan psikolog dan dokter. Saya rasa di unsur lain hingga ke daerah juga ada. Cuma saya belum sempat cek. Tugas pengurus itu harus melayani anggota bukan dilayani.

Apakah Ibu juga membantu keluarga prajurit yang masih tinggal di barak pengungsian bekas daerah konflik atau bencana alam?

Kami masih terus memantau mereka. Perhatian kami tidak pernah terputus. Kami akan membantu mereka kembali ke rumahnya. Begitu pula untuk korban tsunami atau bencana alam lainnya. Kami tidak hanya membantu keluarga prajurit.

Bila ada musibah di berbagai daerah, sebisa mungkin kami kirim bantuan sesuai kebutuhan. Kalau ada anak yang terlepas dari orangtuanya, ia kami bantu biaya pendidikannya lewat yayasan kami. Cuma, pengasuhannya tetap di rumah kerabat dekatnya. 


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.