30 July 2014  02:59 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
PROGRAM PELATIHAN BIDAN
RAHASIA CANTIK DARI MUSTIKA RATU
KGF DI SURABAYA
WORKSHOP SULAM PITA
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

HANYA TATA ISTRI SAH TOMMY

Dalam menggugat, Tata melampirkan surat nikah dan akta kelahiran kedua anaknya. "Soalnya ada yang mengaku-ngaku sebagai istri Tommy, tapi enggak tahu apa punya buku nikah atau tidak," kata Junimart Girsang. Soal pesangon 200 miliar rupiah? "Ah, gosip apa lagi itu."

KLIK - Detail Semenjak kabar perceraian Tommy-Tata bergulir, kasak-kusuk tentang penyebabnya bermunculan. Salah satunya isu Tata pun telah memiliki Pria Idaman Lain (PIL) bahkan telah hamil dari hubungan itu. Menanggapi berita itu Junimart tak mau berasumsi. "Silahkan dibuktikan. Kami akan menguji bukti tersebut di pengadilan, sampai sejauh mana kebenarannya," ucap Junimart. Ia pun berharap jangan memunculkan fitnah terhadap kliennya.

"Ini, kan soal privasi seseorang. Janganlah dieksploitir, supaya tidak timbul pidana baru bagi mereka yang mengatakan isu tersebut. Sebaliknya, Tata bukanlah seorang malaikat, tetapi kita bicara fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Janganlah klien saya dianiaya oleh sumber-sumber yang tidak berdasar pada hukum," tutur Junimart.

Ketika Tommy jauh darinya akibat terlilit masalah hukum, Tata pun masih melaksanakan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Selain merawat dengan baik buat Dharma dan Aya, Tata masih berdomisili di Cendana. Junimart membantah kabar Tata sudah hijrah dari kawasan Cendana sejak setahun silam. "Tidak benar itu. Hingga tahun lalu klien saya masih sering ke Cendana," imbuhnya.
KLIK - Detail
Tata terakhir kali bertemu Tommy saat menjenguk di LP Nusakambangan. "Yang saya tahu yang terakhir kali, kalau tidak salah di tahun 2004. Yang sebelumnya saya tidak tahu sudah berapa kali Tata ke Nusakambangan. Sebaliknya, Tommy juga kan, sering berobat ke Jakarta. Mungkin saat itulah mereka bertemu. Namanya suami-istri. Tak perlu diberitahu berapa kali. Ini hak pribadi Tata," ujar Junimart yang mengingatkan bahwa alasan gugatan cerai Tata tidak ada kaitan sama sekali dengan status Tommy sebagai terpidana.

Soal kabar Tommy telah memberikan uang sebesar Rp 200 Miliar kepada Tata sebagai konpensasi perpisahan, Junimart belum mau menanggapi. "Wah gosip apa lagi itu? Lebih baik diungkap di dalam sidang," jawabnya.

Yang pasti, Junimart mengaku sudah memfomulasikan semua fakta yang diajukan Tata sebagai alasan menggugat cerai. "Semua kami dasarkan kepada fakta dan bukti yang ada lalu difomulasikan berdasarkan hukum," tegasnya.

KLIK - Detail Misalnya, Tata sudah menunjukkan surat nikahnya dengan Tommy. Demikian juga, Tata juga menunjukkan akta kelahiran kedua anaknya dan dijadikan sebagai barang bukti. "Bukan apa-apa, ada orang yang mengaku-ngaku sebagai istri Tommy, namun belum tahu apakah dia memiliki buku nikah. Jadi jangan mengaku-ngaku sebagai istri kalau tidak memiliki surat nikah yang sah. Kalau kawin siri? Kawin siri tidak dikenal dalam hukum negara kita."

Kalau pun dalam persidangan, majelis hakim menawarkan agar kedua pihak berdamai, pihaknya, kata Junimart akan mempelajari itikad itu. "Kalau kedua pihak saling gayung bersambut, kita evaluasi. Kalau memang ada titik temu kenapa tidak. Yang pasti, selama upaya persidangan masih bisa kok berdamai, kalau memang ada upaya untuk berdamai. Sebagai kuasa hukum pihak Tata, saya juga menginginkan Tata dan Tommy berdamai," tutur Junimart.

Tapi yang sudah menjadi keinginan Tata, dalam sidang nanti, dirinya akan meminta hak perwalian atas kedua buah hatinya dengan Tommy, Dharma dan Aya. "Tata sudah menunjukkan diri sebagai ibu yang baik secara psikologis maupun ekonomis untuk mendapatkan hak perwalian tersebut. Artinya sangat memenuhi syarat," ujar Junimart.

KLIK - Detail Sebagai ibu yang baik Tata pun sangat mengharapkan diberikan hak untuk membesarkan dan mengasuh anak-anaknya. Itu sebabnya di dalam gugatan yang diajukan, tak ada permohonan yang diajukan Tata selain anak. "Dia mengatakan, anak-anak merupakan harta bagi saya," katanya.

Itulah sebabnya, lanjut Junimart, kliennya tidak ikut mengajukan permohonan mengenai pembagian harta gono-gini. "Bahkan menyinggung hal itu pun tidak," tegas Junimart.
Harapan Tata memperoleh hak asuh buat Dharma dan Aya sangat dimungkinkan oleh hukum. "Hukum mengatur secara tegas tentang hal itu, asalkan sang ibu tidak pemadat, peminum, maupun melakukan tindakan asusila dan mampu secara ekonomi. Tata kan bekerja, punya bisnis berupa butik. Begitu pun biaya anak juga masih tetap menjadi tanggungan bapaknya sampai kelak dia dewasa. Hukum tegas mengatur hal tersebut. maka tidak ada alasan untuk menolak keinginan Tata. Jadi kita bicara hukum sajalah," papar Junimart.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• BEKAL HIDUP RP 200 M?
• Nafa Urbach-Zack Lee
• Sipir Penjara Jadi Tersangka
• Kepedihan Hati Lina
• Kisah Petani Sayuran Jepang
• Berjuang Melawan Kanker Paru
• Demo NOVA Plus di Medan
• Polwan Atur Lalu Lintas Sambil Joget
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.