27 November 2014  06:30 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
BINTANG KAMPUS SARIAYU 2006
TALKSHOW RUMAH CANTIK CITRA
PRENAGEN DUKUNG ASI
BILQIS HADIR DI JAKARTA
LOTION ANTI NYAMUK BUAT BALITA
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Pesta Nikah Tanpa Menu Catering
"MUKA SAYA SEPERTI DISIRAM KOTORAN"

Apa jadinya bila acara resepsi pernikahan yang cukup gemerlap tak ada menu catering? Itulah yang terjadi pada pasangan pengantin ini. Kenapa semua ini bisa terjadi?

KLIK - Detail Semestinya kebahagiaan mewarnai pasangan Widya Kristianti, S. Sos dan Arman Kusuma, ST, yang duduk di pelaminan pada Minggu (6/8). Setelah sekian tahun merajut tali cinta, mereka menyelenggarakan resepsi pernikahan di Graha Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun, kebahagiaan mereka berubah menjadi kegelisahan ketika menu catering yang dipesan dari Siti Zubaidah alias Juju tak kunjung datang. Padahal, tamu dalan gedung sudah membludak.

Sepasang mempelai dan keluarganya gelisah menanti menu catering tiba di meja makan. Waktu sudah menunjuk pukul 11.30, sementara jadwal acara di gedung cuma sampai pukul 13.00. Wajah mempelai yang semula cerah berubah jadi cemberut ketika tahu makanan tak kunjung datang. "Yang ada di pikiran saya hanya satu, kenapa Bu Juju jahat sekali," kata Widya yang diiyakan oleh suaminya.

Widya merasa, semua ini jelas kesalahan Juju sebagai pemilik Nur Catering Service. Padahal, semua pembayaran sudah dilunasi. "Sebelum berlangsung resepsi, Juju beberapa kali datang ke rumah. Dia bilang, saung-saung untuk menaruh makanan secara prasmanan sudah dibikin dan diberi nama. Namun, semua yang dijanjikan itu tidak ada," lanjut Widya.

Waktu itu, Widya dan Arman masih berharap catering bakal datang. Sekitar pukul 12.00, belum juga ada makanan. Tentu saja para tamu setelah salaman ada yang langsung pulang. Ada pula yang diam di tempat. "Memang ada tamu yang meminta agar saya tabah menerima semua ini."

Sebaliknya, Widya juga sempat mendengar bisik-bisik yang menyindir dirinya. "Kalau tak punya duit, kenapa harus menikah di gedung." Mendengar sindiran itu, wajah Widya jadi memerah. "Saya hanya bisa menangis menahan malu," papar Widya sedih.

Ketika bersalaman dengan tamu, pasangan pengantin ini juga tak bisa konsentrasi. Mata Widya dan Arman tertuju ke meja prasmanan dan saung yang kosong. ''Apa yang bakal dimakan oleh tamu saya. Saya betul-betul malu. Apa yang akan saya jelaskan kepada teman-teman sekantor nanti," ujar Widya yang memperpanjang cuti kerjanya hanya karena malu masuk kantor.

KLIK - Detail SEMPAT ADA HARAPAN
Kegelisahan yang sama juga dirasakan Hasanah (50), ibu Widya. "Saya malu. Jika tak kuat, mungkin saya sudah pingsan. Waktu itu, saya hanya bisa clingak-clinguk menanti makanan datang. Bayangkan, dalam kondisi seperti itu, saya tetap harus menyambut tamu dengan ramah," jelas Hasanah.

Hasanan memang berusaha tersenyum di depan tamu. Namun, hati Hasanah dan keluarga besarnya jadi hancur. Mereka jadi pucat-pasi menghadapi tamu. "Perasaan kami hancur. Ini sama halnya muka kami disirami kotoran kerbau oleh si empunya catering'' papar Hasanah.

Apalagi Hasanan juga mendengar beberapa tamu undangan yang menyindir dirinya sok menyelenggarakan acara di gedung, tapi duit cekak. "'Mendengar omongan itu perasaan saya hancur. Rasanya saya ingin menangis. Tapi, saya berusaha diam. Kalau bicara, saya pasti menangis dan mungkin sudah pingsan," jelas Hasanah.

Dengan sikap diamnya, lanjut Hasanah, justru memberikan kekuatan kepada pasangan pengantin. Apalagi, ia juga membesarkan hati mereka. "Saya bilang pada anak dan menantu saya agar tidak memikirkan apa-apa. Malah saya mencoba menghibur, pesanan catering itu pasti datang,'' hibur Hasanah.

Sebelumnya, saat prosesi adat Sunda dilakukan, panitia pernikahan sudah berusaha mengulur waktu. Tapi, sampai acara adat selesai, yang ditunggu tak kunjung datang. Menu yang ada hanya es doger. Apa boleh buat, para tamu hanya bisa menyantap es doger. "Saya sempat ada harapan setelah dua jam acara, ada beberapa pelayan catering yang menaruh kerupuk. Pikir saya, catering akan datang. Eh, rupanya tidak," kata ibu dua anak ini.

Ketika waktu acara di gedung hampir usai, pihak catering datang membawa dua termos nasi putih, dua baskom sedang nasi goreng, dan sedikit porsi sup ayam. "Menu lain yang kami pesan seperti kambing guling, ikan kakap asam manis, dan menu lain tidak datang. Kami benar-benar kecewa."

Ada menu lain yang tersedia tapi tak sesuai pesanan. "Kami pesan puding, tapi yang datang hanya agar-agar. Saya benar-benar dipermalukan di depan banyak orang," ungkap Hasanah dengan nada kesal.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Resepsi Cornelia - Sonny
• Dewi Persik-Saiful Jamil
• Baim Wong
• Ringo Agus Rahman
• Sidoarjo Serasa "Bernapas dalam Lumpur"
• Rumah Sakit PMI Bogor "Mantu"
• Akibat Bu Bidan Terlalu Percaya Diri
• Undian Berhadiah Telkomsel Bermasalah
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.