24 Oktober 2014  03:45 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
BANGGA JADI WANITA
DUA GERAI BARU ZARA
RE-LAUNCHING NEW PIXY UV WHITENING
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Ungkapan Hati Herdawati, Istri Koes Hendratmo
"MAS KOES BUKAN YANG DULU LAGI"

Dua tahun bukan waktu singkat buat Herdawati saat ditinggal pergi Koes Hendratmo. Hingga kini, Herda pun belum paham mengapa pria yang sudah 40 tahun mengisi hari-harinya itu menggugat cerai. Karena ada wanita lain di hati Koes? Berikut ungkapan hati mantan artis tempo dulu itu sebelum sidang perceraian Rabu pekan lalu.


KLIK - Detail Rabu (6/9), pagi-pagi sekali Herdawati Bakrie telah tiba di Pengadilan Agama (PA) Jaksel. Hari itu untuk ketiga kalinya digelar sidang perceraian antara Herda dan sang suami, entertainer kawakan Koes Hendratmo. Seperti sebelumnya, pagi itu Herda ditemani putra-putrinya, Anda "Bunga" dan Bonita, serta istri Anda, Mutia.

"Kenalkan, ini menantu saya, Mutia, istrinya si Abang (Anda, Red.)," ujar Herda sambil tersenyum kepada NOVA. Penyuka Salsa dan Dansa ini memang wanita yang murah senyum.

Namun senyum di bibir Herda mendadak lenyap saat disinggung tentang kemungkinan Koes hadir di sidang ketiganya ini. "Saya sudah pasrah," ujar Herda lesu. Ya, di dua sidang sebelumnya Koes tak kelihatan batang hidungnya. Padahal Koes lah yang melayangkan permohonan talak pada PA.

Meski mengaku pasrah, sepertinya Herda belum siap bercerai dari Koes. Hal ini diamini oleh kuasa hukum Herda, Irianto Subyakto S.H. "Bu Herda masih kaget dan syok. Memang benar ada konflik dalam rumah tangganya. Tapi beliau tidak menyangka ini akan berujung pada perceraian," ujar Subyakto yang tak mau merinci materi permohonan talak yang diajukan Koes. "Isinya biasa saja. Berkasnya pun sangat tipis."

Subyakto menilai alasan yang diajukan Koes untuk menceraikan Herda, belum kuat. "Tidak ada alasan spesifik. Semuanya hanya alasan yang sangat umum, misalnya masalah ketidakcocokan dan adanya cekcok yang berkepanjangan." Alasan itu, menurut Subyakto, justru menimbulkan pertanyaan.

"Pertama, usia pernikahan mereka kan, sudah sangat lama, 34 tahun. Masa iya, baru belakangan ini merasa enggak cocok. Lagipula, soal perbedaan itu kan, biasa antara dua orang manusia. Mana ada sih, pasangan yang cocok 100 persen," ujar Subyakto yang juga mempertanyakan cekcok berkepanjangan seperti apa yang dimaksud Koes dalam materi permohonan talaknya. "Apakah Pak Koes sudah berusaha mencari penyelesaiannya atau belum, itu kan, harus jelas dulu."

Subyakto membenarkan, Herda sebenarnya tak ingin bercerai dari Koes. "Enggak mungkinlah Bu Herda ingin dicerai. Sudah 40 tahun bersama, 7 tahun pacaran dan 34 tahun menikah. Sekarang tiba-tiba harus pisah. Bisa dibayangkan kan, bagaimana perasaan dia. Tapi pada prinsipnya Bu Herda tidak mau memaksa Pak Koes. Kalau memang Pak Koes benar-benar ngotot ingin cerai, Bu Herda akan mengalah. Buat apa juga memaksakan sebuah pernikahan."

JATUH BANGUN 40 TAHUN
Goyahnya biduk rumah tangga Koes-Herda ini tentu saja mengejutkan banyak pihak. Selain usia keduanya yang sama sekali sudah tak muda, Koes 63 tahun dan Herda 55 tahun, kisah cinta keduanya juga terbilang sangat luar biasa. Kala jatuh cinta kepada Herda, Koes belumlah menjadi penyanyi dan MC top seperti sekarang. Jatuh bangun Koes membangun karier, Herda selalu ada di sampingnya.

"Waktu itu saya masih kecil. Umur saya baru 16 tahun," ungkap Herda malu-malu, saat ditanya kapan dirinya jatuh cinta pada Koes. Saat itu, Herda yang masih hijau, adalah kembang yang sangat populer. Menurut Hakim Tobing, sahabat Koes 40 tahun terakhir, "Pada masa itu, tak ada seorang pun artis atau bintang film di Jakarta ini, yang menyaingi kecantikan Herda. Dia sangat cantik. Banyak pria yang mengejar-ngejar dia. Tapi Koes yang menang. Mereka memang sangat serasi."

Hakim Tobing berkisah, cinta Koes dan Herda mengatasi banyak rintangan. "Cinta mereka itu cukup berliku. Saya menjadi saksi perjalanan mereka berdua." Satu yang paling berkesan bagi laki-laki batak ini, "Malam sebelum mereka menikah, saya dan Koes masih pergi menyanyi ke Pulau Seribu. Itulah saking cintanya Koes pada Herda. Dia mau nyanyi malam itu karena honornya untuk menambah modal kawin."

Usai menyanyi, hari sudah larut. "Waktu itu jam satu malam. Laut pasang, ombak besar bergulung-gulung. Enggak ada anggota rombongan yang berani pulang ke Jakarta malam itu. Semuanya menunggu pagi." Tapi, demi pernikahannya dengan Herda yang terjadwal pagi hari, Koes pun nekad menerjang laut untuk kembali ke Jakarta. "Berdua kami pulang naik speedboat. Laut benar-benar mengerikan malam itu. Kami berdua ketakutan, kami pikir kami akan mati malam itu. Dua jam lebih kami baru sampai di Jakarta," ujar Hakim Tobing yang sedih mengingat itu semua.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Mengenang Steve Irwin
• Busana Pernikahan Lulu Tobing
• Bantar Gebang Makan Korban
• Cerita Istri Pilot Sriwijaya Air
• Curahan Hati Mantan Biduan
• Vonis Empat Bocah Pencabul Teman
• Ribuan Orang Tertipu Koperasi
• Herdy Aniaya Anak Kandung
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.