22 September 2014  08:10 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
PEMENANG LOMBA MILKY BAR
MAHKOTA J.CO
PELATIHAN KESEHATAN ANAK BAGI DOKTER UMUM
NEO CLASSIQUE DARI IRWAN TEAM
ROCHE LUNCURKAN WEBSITE
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Wawancara dengan Lidya Pratiwi
"PUKULAN & HINAAN JUSTRU PICU SEMANGAT"

Lidya Pratiwi lolos dari gegar otak akibat dipukul saudara Naek. Tapi di luar itu ia masih menyimpan sejumlah kegundahan. Gudah akan nasib dirinya yang dituntut 17 tahun penjara dan ibunya terancam hukuman mati.

KLIK - Detail
Kamis (14/12), menjelang tengah hari adalah saat yang ditunggu wartawan. Ya, hari itu Lidya Pratiwi (19) salah satu tersangka pembunuh Naek Gonggom Hutagalung (33) keluar dari Ruang Anggrek di lantai 3 untuk melakukan scan di lantai dasar. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh para wartawan foto. Kilatan lampu blitz menyala silih berganti, semua tertuju pada Lidya yang terbaring lemah di atas tempat tidur dorong.

Sejak dirawat di RS Sulianti Saroso, Jakarta, pemain sinetron ini memang mendapat penjagaan ketat. Ada tiga lapis penjagaan yang dilakukan polisi berseragam maupun berpakaian preman. Yang diizinkan masuk membesuk hanya keluarga dekat dan tim pengacaranya. Kesempatan memotret Lidya makin berharga, lantaran ada kabar, gadis cantik ini bakal dipindah ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Lidya dirawat di RS karena ada indikasi mengalami gegar otak. Ini akibat bogem mentah yang dilayangkan oleh Coki Hutagalung, kakak Naek usai Lidya dituntut 17 tahun. Pemukulan ini terjadi karena keluarga Naek merasa tidak puas atas tuntutan terhadap Lidya.

KLIK - Detail LOLOS GEGAR OTAK
Saat dirawat di RS, kondisi Lidya memang tampak lemah. Tangannya kanannya masih tertancap jarum infus, sementara wajahnya pusat pasi. "Saat sidang kemarin, aku mendengarkan dengan seksama kalimat demi kalimat surat dakwaaan yang dibacakan jaksa," kata Lidya kepada NOVA yang menjenguknya, Kamis (14/12).

Usai sidang, Lidya langsung diamankan ke ruang tahanan di PN Jakarta Utara. Diantara pengawalan polisi dan kerubutan wartawan, tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang memukul kepalanya. "Yang memukulku, kalau enggak salah, pria berbaju hitam. Setelah dipukul, aku sempat sesaat tersadar, tapi setelah itu, dunia terasa gelap," kisah Lidya lirih.

Setelah kejadian itu, Lidya langsung dibawa ke RS Sulianti Saroso. "Enggak tahu berapa lama aku tak sadarkan diri. Tahu-tahu sudah berada di UGD rumah sakit." Lidya juga menambahkan, ia beberapa kali muntah setelah kepala bagian belakangnya dipukul pria yang belakangan diduga adalah Coki.

Meski sudah sadar, Lidya masih belum bisa diajak komunikasi. Saat dijenguk kuasa hukumnya, Hotmat Paris, SH, esok harinya, ia tak paham apa yang diomongkan pengacaranya. "Kepalaku masih pusing dan nyeri. Aku hanya mengangguk-angguk saja saat Bang Hotman ngajak ngobrol," jelas Lidya yang kini kondisinya sudah agak membaik dibanding sebelumnya.

KLIK - Detail Hanya saja, rasa sakit di kepalanya masih sering muncul. "Saat didorong ke ruang scan, kepalaku kembali melayang-layang. Apalagi saat masuk lift, pusing sekali," jelas Lidya yang tak menyangka keluarga Naek akan berbuat senekat itu.

(Perbincangan dengan NOVA, mendadak terhenti. Dr. Ilmam Patu datang dan memeriksa Lidya. Ilham datang membawa kabar gembira. Dari hasil scan, Lidya terhindar dari gegar otak.Hanya sedikit ada gangguan.Tapi Lidya harus istirahat dulu. Pembicaraan lalu beralih ke topik lain. "Kamu dari Manado ya?" tanya Ilham. Lidya pun menggelang. "Mama dari Makassar sementara Ayah asli Surabaya." Ilham pun manggut-manggut. Sebelum menyudahi kunjungannya, Ilham kembali membesarkan hati pasiennya. "Kamu enggak perlu khawatir. Kamu terbebas dari gegar otak."

 Wajah Lidya kembali sumingrah. Ilham juga sempat bertanya ke Lidya apakah ia lebih suka dirawat di RS ini atau RS lain. Belum sempat dijawab, Ilham melanjutkan ucapannya, "Tapi di RS ini, tempat pasien flu burung dirawat, lo. Tapi enggak perlu khawatir, aman, kok, dirawat di sini."
)


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Halimah
• Iwan Sastrawijaya
• Rudi Loho
• Rumah Alda
• Ibunda Lidya Pratiwi Bicara
• Lidah Nyaris Diamputasi Gara-Gara Sariawan
• Kisah Nestapa 3 Bocah Bersaudara
• Ganset Klinik Kecantikan Minta Korban
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.