27 November 2014  17:49 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
PRODUK AMAN DARI PHILIPS
INSPIRASI CHEONG SAM DANAR HADI
PADU PADAN BUSANA MUSLIM
LUX, PLAY WITH BEAUTY
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Rebutan Warisan Adi Firansyah
CINTA ANAK JADI ALASAN

Rupanya ada bara terpendam dari hubungan mantan menantu dan mertua ini. Begitu Adi Firansyah meninggal, dua wanita itu pun bersitegang soal warisan. Dua-duanya memakai cinta anak sebagai alasan.

KLIK - Detail Ditemui di rumah peninggalan Adi Firansyah di kawasan Cikunir-Bekasi, Jenny Nuraeni (42), ibunda Adi, baru saja menjemput ketiga anaknya dari sekolah. Rumah bercat hijau ini, kata Jenny, sangat disayanginya karena menyimpan wasiat dari Adi. "Adi pernah berucap jangan menjual rumah ini. Apapun yang terjadi. Satu minggu sebelum kecelakaan, Adi juga bilang ke adiknya, Sarah, 'Titip untuk Mama agar rumah ini jangan dijual'," cerita Jenny.

Berbekal pesan Adi tadi, Jenny amat gigih menjaga dan memperhatikan rumah itu. Terus terang Jenny amat terpukul, jika pada akhirnya Nielza Syahriani Lubis, mantan istri Adi, terlalu dini mempersoalkan rumah di Cikunir itu. "Tak lama setelah tahlilan 7 hari Adi meninggal, dia sudah menanyakan warisan," ungkap Jenny.

Jenny mengaku tak bermaksud menguasai warisan Adi. Ia pun berjanji akan menyelesaikan pembagian warisan Adi dengan baik-baik. "Harapan saya, Nielza sabar dan melihat dengan baik masalah ini. Adi pasti merasa sedih melihat kejadian ini. Haknya Chavia sebagai anak kandung Adi tetap ada. Keluarga besar saya enggak ada turunan ingin menguasai harta.," tutur Jenny berlinang air mata.

Sudah dua kali pengacara Nielza menyurati Jenny agar membicarakan warisan Adi. Tapi Jenny menganggap saat ini masih dirundung suasana duka, sehingga waktunya belum tepat. "Kenapa enggak kita bicarakan secara kekeluargaan dulu, enggak usah pakai surat dari pengacara segala," ucap Jenny menyesalkan.

Sekali lagi Jenny berjanji tidak akan mengambil hak Chavia dan Nielza. Toh, Jenny tak tahu pasti berapa sebetulnya harta peninggalan Adi. Jika Nielza tak sabar dan tidak percaya kepadanya, Jenny siap apabila masalah ini dibawa ke jalur hukum.
KLIK - Detail
TANPA RESTU
Di ujung lain, Nielza Syahriani Lubis (23) juga sedih. "Sebenarnya aku enggak mau jadi ribut begini. Apalagi masalah warisan. Malu," ujar perempuan yang akrab disapa Adhe ini. "Di teve dibilang bahwa belum juga 100 hari Adi meninggal, para ahli waris sudah ribut. Dengar seperti itu, aku jadi sedih. Awalnya kan, bukan aku yang mulai. Dia (ibu Adi, Red) yang mojokin aku terus-terusan. Ngomong ke semua media menjelekkan aku."

Mulanya, Adhe mengaku diam saja melihat tindakan sang mantan ibu mertua. "Tapi lama-kelamaan aku merasa harus meluruskan kabar yang terlanjur beredar. Bagaimanapun aku kan, enggak hidup sendiri. Aku punya orang tua dan keluarga besar yang harus aku jaga nama baiknya," ungkap mantan istri Adi ini mengenai keberaniannya menjawab tudingan ibunda Adi. "Sekarang aku harus keluar dan menjelaskan yang sebenarnya. Aku disini enggak mau cari ribut. Aku hanya ingin Chavia mendapatkan haknya."

Yang membuat Adhe cukup terpukul, dirinya digambarkan sebagai seorang perempuan materialistis dan senang berfoya-foya. Tak hanya itu, Ibunda Adi pun sempat mengancam akan mengajukan pencabutan hak wali Adhe atas diri sang putri, Chavia. "Kalau memang aku matre, kenapa dulu aku mau dinikahi Adi saat dia belum punya apa-apa dan belum jadi siapa-siapa? Dan kenapa pula aku justru menggugat cerai Adi di saat karirnya sedang menanjak?"

Adhe memang patut gusar. Lewat berbagai pernyataannya, ibunda Adi seolah menggambarkan Adhe sebagai perempuan yang ingin menguasai harta kekayaan peninggalan almarhum Adi. Adhe pun dituduh suka menghambur-hamburkan uang, sehingga diyakini tak akan becus mengelola warisan almarhum Adi untuk putri semata wayangnya, Chavia Zagita Firamsyah (4).

Ny. Jenny memang tak pernah menyetujui putranya menikahi Adhe yang adalah teman satu angkatan kala duduk di bangku SMU itu. "Aku pacaran dengan Adhi dari tahun 2000," ujar Adhe yang akhirnya lulus lebih dulu dari Adi. "Adi waktu itu sempat harus ngulang. Makanya waktu kami menikah, aku sudah lulus SMU, tapi dia belum," cerita Adhe yang dilamar Adi di tahun 2002. "Waktu itu sih, senang-senang aja diajak nikah. Ceritanya emang pingin nikah muda. Belum kebayang risikonya seperti apa."

Adhe dan Adi pun akhirnya menikah pada 10 April 2002, meski tanpa restu ibunda Adi. "Adi sebenarnya sudah minta izin ibunya untuk menikahi aku. Tapi ibu Adi enggak setuju. Adi sampai diusir dari rumah karena berkeras tetap mau nikah." Tak hanya Adi yang diusir sang ibu dari rumahnya. "Waktu Mama dan Papaku datang ke rumah Adi untuk bicara baik-baik dengan ibunya, juga diusir. Padahal mereka ke sana atas permintaan Adi."

Begitulah, setelah menikah Adi pun menumpang tinggal di rumah mertuanya. "Adi sendiri enggak bawa apa-apa dari rumahnya. Dan karena waktu itu Adi juga masih SMU, semua biaya hidup kami juga ditanggung orang tuaku," cerita Adhe pelan. Tiga bulan menikah, Adhe kemudian hamil. "Setelah kandunganku berusia 5 bulan, Adhi baru mulai dapat tawaran untuk membintangi video klip. Setelah itu, pelan-pelan dia merintis karir di dunia hiburan hingga mendapat tawaran main sinetron."

Keputusan Adhe memberi sang suami izin, disesalinya kemudian hari. "Ternyata semua jauh melenceng dari yang aku kira. Aku dan Adi jadi sering bertengkar. Mungkin aku memang belum sanggup jadi istri seorang artis. Selain itu, kami berdua juga sama-sama masih sangat muda, ya. Jadi hal-hal sepele bisa bikin kami emosi dan berantem," ujar Adhe yang kemudian melahirkan Chavia, sang putri, 20 mei 2003.

Masalah uang, cerita Adhe, sering menjadi faktor sang ibu mertua memusuhinya. "Itulah yang aku bingung. Mereka mikirnya Adi habis-habisan membiayai keluarga aku. Padahal, enggak. Selama tinggal di rumah orangtuaku, enggak sekalipun kami bayar makanan yang kami makan. Semuanya dari orangtuaku, kok, gratis. Hanya untuk urusan Chavia, Adi keluar uang," ujar Adhe yang memuji Adi sebagai sosok ayah yang baik.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Babak Baru Angel VS Aman
• Aman Jagau
• Rebutan Hak Asuh
• Tenggelam Bersama Bangkai Levina
• Dua Wartawan Korban KM Levina 1
• Angin Puting Beliung Minta Korban
• Kisah Penata Rias Film Horor
• Kursus Kompos
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.