31 Oktober 2014  12:59 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Anda Dan
TAKTIK CERDIK MEMPERKOKOH HUBUNGAN
JALIN PERTEMANAN DI KANTOR BARU
Info
ANDA PEMBELANJA KOSMETIK YANG BAIK?
Tips Dapur
Astrologi
Berlaku 19 - 25 Maret 2007
Griya
Philodendron
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Yoga untuk Si Kecil
TAMBAH CERDAS & PERCAYA DIRI

Yoga diajarkan pada anak-anak? Mengapa tidak! Ternyata, gerakan-gerakan yoga bermanfaat untuk kesehatan dan pertumbuhan Si Kecil, bahkan untuk bayi Anda. Apa sajakah manfaatnya?

Sebagai orangtua, Anda pasti ingin Si Upik dan Buyung tumbuh menjadi anak yang cerdas, sehat, dan lincah, bukan? Lantas, mengapa tak mencoba mengajak mereka menekuni yoga? Benar, yoga ternyata bukan hanya untuk orang dewasa. Anak-anak pun bisa ikut melakukan latihan yang berasal dari India tersebut.

Menurut Riana A. Singgih, instruktur yoga sekaligus pendiri sanggar Yoga Light, dasar-dasar yoga untuk anak sama dengan orang dewasa, yaitu meliputi empat hal, asana (postur yoga), pranayana (teknik pernapasan), yama (ajaran bagaimana kita bersosialisasi), dan niyama (disiplin individual dan penyucian diri).
KLIK - Detail
Namun, untuk anak-anak, porsi utama lebih difokuskan pada asana dan pranayana. Sisanya, diajarkan pelan-pelan. Dalam pelaksanaannya, yoga untuk anak-anak tentu berbeda dari yoga untuk dewasa. Yoga anak-anak bisa dibedakan antara bayi, anak-anak usia balita (3-5 tahun), dan anak-anak usia di atas 5 tahun.

FUN AND EASY
Dalam yoga ada sekitar 200 postur yang terinspirasi dari alam, mulai dari pohon, binatang, sampai gunung. Anak-anak tentu saja tidak perlu melakukan ke-200 postur tersebut.

Yoga aman dilakukan oleh tua maupun muda. Bahkan, bayi pun sudah bisa dilatih melakukan gerakan-gerakan yoga. Tentu saja, untuk bayi, gerakan-gerakannya seperti senam bayi dan dibantu ibunya. Untuk anak-anak usia 3-5 tahun yoga bisa diajarkan sambil bermain-main, dilakukan sekitar 20-30 menit. Riana menyarankan agar anak usia ini tidak perlu ikut kelas yoga alias dilakukan di rumah saja.

"Anak-anak lebih banyak bermain atau bercerita. Singkatnya, dibuat lebih fun. Jadi, dilakukan sambil main-main saja dan dengan gerakan yang simpel seperti meregangkan tubuh," jelas instruktur yang pernah mengenyam pendidikan di Ramamani Iyengar Memorial Yoga Institute di Pune, India ini.

Dengan menggunakan imajinasi mereka, kita mengajari berbagai postur dalam yoga. "Misalnya, waktu jalan-jalan kita melihat anjing lalu kita ajari mereka postur anjing. Ada kupu-kupu, kita pura-pura jadi kupu-kupu. Very easy," tambah Riana.

Postur yang dilakukan pun harus berganti-ganti dan bergerak terus. Dalam mencontohkan postur-postur, kita bisa melakukan dengan berbagai cerita dan ekspresi agar mempermudah si anak dalam memahami masing-masing gerakan.

"Pada orang dewasa, satu postur bisa ditahan 20 detik. Anak kecil tidak bisa karena mereka pasti ingin main dan bergerak terus. Karena itu, biar enggak bosan, posturnya harus ganti-ganti dan dibuat fun. Lebih baik jika dilakukan bersama teman-temannya agar si anak lebih semangat," ungkap instruktur beraliran yoga Iyengar ini.

Anak-anak pun tak memerlukan alat-alat. "Sejak awal, yoga tidak memakai alat. Alat hanya membantu pemahaman suatu gerakan. Orang dewasa pakai alat karena badan mereka kadang sudah kaku dan tidak terlalu fleksibel. Kalau anak kecil kan lebih cepat menyerap instruksi kita dan mereka lebih alami. Bagusnya enggak usah pakai alat karena badan anak-anak masih soft dan fragile. Kalau pakai alat nanti mereka malah bisa cidera."

Sementara itu, pranayama atau teknik pernafasan pada yoga anak-anak hanya bersifat pengenalan saja dan hanya beberapa menit. Ada bermacam-macam teknik pernafasan. Beda teknik, beda juga efek heating (pemanasan) dan cooling (pendinginan) pada tubuh.

Menurut Riana, untuk mengajarkan teknik pernapasan bisa menggunakan boneka yang diletakkan di atas perut. Penggunaan boneka ini bisa menambah pemahamannya tentang teknik pernapasan. Jadi, si anak bisa tahu naik-turun nafasnya.

Selain asana dan pranayama, kita juga bisa pelan-pelan mengajarkan yama yang berisi ajaran bagaimana kita bersosialisasi. "Dalam yama, kita mengajarkan sifat-sifat moral seperti tidak boleh mencuri atau berbohong. Ajak mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka," papar Riana. Untuk yama, kita bisa mengajak anak-anak ngobrol selama lima menit dan memberikan contoh-contoh berbentuk cerita.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.