24 November 2014  16:13 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
Repoter NOVA Menikah
MUTHIA HATTA LUNCURKAN BUKU
PERLUASAN PABRIK MANDOM
PERAGAAN BUSANA PERANCANG INGGRIS
TATA RIAS PAC KD LINE
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Tempat Penitipan Anak
RUMAH KEDUA BAGI ANAK WANITA PEKERJA

Meninggalkan si buah hati saat bekerja, terkadang menimbulkan kecemasan bagi ibu-ibu yang bekerja. Nah, kehadiran tempat penitipan anak bisa menjadi salah satu solusi bagi mereka.
KLIK - Detail
Tempat penitipan anak (TPA) atau kerap disebut daycare mulai banyak ditemukan di kota-kota besar. Biasanya terletak di dalam sebuah instansi atau dekat dengan perkantoran. Kehadiran daycare merupakan salah satu pemecahan masalah bagi kaum wanita yang bekerja. Salah satu TPA di Bandung adalah Telkom Daycare (TD). TD berada di lantai satu Gedung Kantor Pusat Telkom yang berada di lingkungan perkantoran yang cukup padat di Jalan Japati, Bandung.

Keberadaan TD dirintis oleh anggota Dharma Wanita Telkom (yang pada saat itu masih aktif) pada tahun 1994. Semula, mereka hanya meminta pada perusahaan agar menyediakan ruang laktasi bagi karyawati yang sedang menyusui anaknya. Akhirnya, rencana tersebut berkembang menjadi didirikannya daycare yang menampung anak-anak karyawati Telkom.

Kini, TD juga menerima anak-anak karyawati dari perkantoran di sekitarnya. Menurut Rini Aman Nasution (33), Ketua Pengurus TD, hal tersebut karena kapasitas ruang daycare tidak selalu penuh. Ada masa tidak banyak karyawati Telkom yang menitipkan anaknya di TD. "Kami, kan, tidak ingin kegiatan daycare vakum."

KLIK - Detail Kehadiran TD diharapkan dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak ketika orang tua mereka harus bekerja. Selain itu, "Kami juga berusaha mendukung program pemerintah agar ibu-ibu memberikan ASI eksklusif kepada anaknya selama enam bulan," tutur Rini.

YANG PENTING SABAR
Demi kenyamanan anak-anak, TD menyediakan sebuah ruang yang cukup luas yang dilengkapi dengan fasilitas listrik dan AC yang memadai. Anak-anak usia balita hingga enam tahun bisa bermain dan beraktivitas secara berkelompok. Dengan aktivitas ini, waktu seolah cepat berlalu bagi anak-anak.

Tiap hari para pengasuh TD mengajak para anak asuhnya untuk jalan-jalan di sekitar lokasi gedung. "Biasanya, sih, cuma jalan-jalan pagi atau sore di lapangan depan kantor. Tapi, kalau cuaca sedang enggak bagus, cukup bermain-main saja di dalam ruangan," papar Endang Kartika M (40) salah satu pengelola TD yang juga menitipkan kedua anaknya di TD.

KLIK - Detail Dikatakan Endang, TD memilih untuk bersikap fleksibel dalam memberikan pilihan aktivitas bagi anak-anak. Pengasuh akan memberikan kebebasan pada tiap anak untuk melakukan kegiatan yang disukai. "Ada yang lebih suka mencorat-coret atau menggambar di atas kertas. Ada pula yang memilih bermain bersama teman-temannya," tutur Endang.

Masih menurut Endang, operasional TD dilaksanakan oleh para anggota Dharma Wanita sendiri. Mereka juga yang mencari tenaga pengasuh untuk menjaga dan merawat anak-anak selama jam kerja berlangsung. "Pengasuh tidak memiliki latar belakang pendidikan seperti baby sitter. Yang penting mereka bisa ngemong, sabar, dan telaten menghadapi anak-anak," ujar ibu empat anak ini.

Menurut Endang, TD juga menyediakan tenaga kesehatan buat anak-anak. "Kami mempercayakan kontrol kesehatan anak-anak pada Poliklinik Kesehatan yang dikelola perusahaan," ujar Endang seraya menyebutkan biaya per bulan menitipkan anak-anak di TD sebesar Rp 300 ribu.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Ovi
• Ayah Tata
• Curahan Hati Istri Chrisye
• Cerita Ibunda Andre Muntu
• Trauma Verawati Setelah Disandera
• Lapor Polisi, Jagoan Kecilnya "Dicabuli"
• Fakta Baru "Jamu Pelangsing"
• Haslinda Hidup dalam Kegelapan
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.