29 Desember 2014  03:07 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Kabar Kabur
Tommy
Joko Anwar
Iwan Fals
Benny Simajuntak
Maudy Koesnaedi
Sherina
Tukul Arwana
Nicky Astria
Profil
Ingrid Kansil
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Ucok Baba 3
TEMUKAN PASANGAN KOMPAK

Dengan usaha yang gigih, Ucok Baba berhasil menikahi gadis pujaannya. Rumah tangganya begitu bahagia. Kebahagiaan lain, lewat acara kuis sepak bola, kariernya makin melesat.


KLIK - Detail Aku tidak salah pilih calon pendamping hidup. Rina, gadis pujaanku, mampu meyakinkan kedua orang tuanya untuk menerima kehadiranku di tengah keluarga besarnya. Rina pun siap sedia membantu dan mendukungku untuk meyakinkan kedua orang tuanya agar merestui hubungan kami.

Melihat kesungguhan dan niat kami yang kuat untuk menikah, akhirnya kedua calon mertuaku memberi restu kepada kami. Dengan kebahagiaan yang tiada tara, akhirnya kami menikah dengan sederhana di rumah keluarga Rina di Pasar Minggu, Oktober 1997 silam. Keluargaku dari Padang Sidempuan tidak bisa datang semua. Tetapi mereka semua merestui dan memanjatkan doa agar kehidupan rumah tangga kami baik dan lancar.

Setelah menikah, kehidupan rumah tanggaku belum berangsur-angsur membaik, meski aku sudah pernah main sinetron sebagai Tuyul di Mody Juragan Kost. Dengan niat kuat, aku harus bisa menafkahi istri semampuku tanpa memberatkan atau membebani orang lain. Pantang bagiku untuk menggantungkan hidup kepada orang lain, apalagi kepada orang tua.

KLIK - Detail Lalu, kami mengontrak rumah petak kecil yang hanya memiliki satu kamar di Pasar Minggu. Setiap bulan, aku harus membayar sewa rumah petak sebesar Rp 60 ribu tiap bulan. Terus terang awal kehidupan rumah tanggaku harus kami lalui dengan cukup berat. Apalagi istriku tidak bekerja.

Untung aku masih terikat kontak main sebagai figuran di beberapa sinetron komedi. Setiap hari aku jalani syuting sinetron dengan sepenuh hati. Dari jerih payahku main sientron, berangsur-angsur kehidupanku mulai berubah. Aku dan istriku mulai bisa mengontrak rumah yang agak luas dari sebelumnya, masih di Pasar Minggu.

KERAS DIDIK ANAK
Tak lama kemudian, istriku mengandung. Aku sangat bahagia karena sebentar lagi akan memiliki anak. Selama Rina mengandung, aku jaga betul istri dan calon bayiku. Sungguh bahagia ketika anak pertamaku lahir dengan selamat. Aku memberinya nama Ahmad Rizky Batubara. Sayang, kebahagiaanku tak lama. Aku dan Rina menerima ujian dari Tuhan. Anak pertama kami tak bisa bertahan hidup lama.

Menurut dokter, Ahmad Rizky mengalami kelainan jantung bawaan. Ia hanya bisa bertahan hidup dua hari. Aku dan istriku jelas sangat kehilangan. Akan tetapi, aku tidak boleh marah kepada Tuhan. Aku percaya, di balik musibah seperti ini pasti ada hikmah baik.

KLIK - Detail Aku dan istri tak pernah berhenti berdoa kepada Tuhan agar kembali diberi momongan. Doa kami didengar Tuhan. Setahun kemudian, tepatnya 2 November 2000 istriku melahirkan. Anak kami yang juga laki-laki, kuberi nama Muhammad Usriano Batubara (6). Kami memanggilnya dengan sapaan Rio.

Setelah Rio, dua tahun kemudian lahir anak perempuanku yang cantik dan lucu, bernama Septi Aulia Batubara. Kuberi nama Septi, karena anakku lahir tepat di bulan September 2004 (2,5). Selang dua tahun kemudian, istriku kembali melahirkan anak laki-laki yang kuberi nama Adamayansyah Batubara (1).

Aku merasa keluarga kami sudah lengkap dengan kehadiran tiga buah hati yang tumbuh normal, cantik, ganteng, dan lucu-lucu. Aku dan istriku menjalani kehidupan berumah tangga seperti halnya rumah tangga yang lain. Istriku juga sangat menghargai aku sebagai kepala keluarga. Ketiga anakku pun sangat segan kepadaku.

Terus terang, dalam mendidik anak, aku cukup keras. Tetapi bukan asal galak saja. Aku mewarisi cara ayahku mendidikku dulu sewaktu masih kecil di kampung. Kedisiplinan sangat aku perhatikan. Misalnya saja anak pertamaku yang sudah sekolah, harus bisa mengatur waktu belajar dan main. Begitu juga yang kecil, sudah harus tahu kapan waktunya main, mandi, makan, dan tidur siang.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.