19 Desember 2014  18:26 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Kabar Kabur
Tommy
Joko Anwar
Iwan Fals
Benny Simajuntak
Maudy Koesnaedi
Sherina
Tukul Arwana
Nicky Astria
Kisah
Ucok Baba 3
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Ingrid Kansil
BERKAH USAI NIKAH

Kiprah wanita kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 31 tahun silam ini di dunia iklan tak main-main. Ia sudah membintangi sekitar seratus produk iklan. Sebagai istri anggota DPR, ia juga aktif berorganisasi di lingkungan kerja suaminya, salah satunya jadi pengurus harian Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR RI.

KLIK - Detail Sejak kapan Anda jadi bintang iklan?
Setelah melahirkan Zianka Amorrette, anak saya yang sekarang berumur lima tahun. Ceritanya, waktu itu saya sedang jalan-jalan di mal bersama Zianka yang masih bayi. Tiba-tiba saja saya ditawari jadi bintang iklan. Saya mau saja diajak casting karena sebelumnya sempat menjuarai Fresh Female yang diselenggarakan Swalayan Hero. Hadiahnya jalan-jalan ke Paris.

Nah, dari situlah rasa percaya diri timbul. Sudah ibu-ibu masih ada yang menawari jadi bintang iklan. Lantas, kenapa saya enggak mengeksplorasi apa yang saya punya. Ternyata, saya lolos casting. Akhirnya saya dapat iklan pertama teh celup Sari Wangi.

(Hasil pernikahan dengan DR.Syarief Hasan,SE, MBA (56), Inge, sapaan Ingrid, sebenarnya dikarunia tiga anak. Si sulung hanya mampu bertahan dua jam setelah lahir. Anak nomor dua keguguran. Kini, Inge bahagia mengikuti perkembangan Zianka Amorrette yang juga hobi bergaya di depan kamera.)

Setelah itu, tawaran membintangi iklan mengalir deras?
Iya. Tak lama setelah membintangi iklan produk iklan teh itu, saya jadi bintang iklan SLI 008. Selanjutnya, saya membintangi banyak produk iklan. Kalau-dihitung-hitung, sampai sekarang sudah ada sekitar seratusan iklan saya bintangi, termasuk iklan untuk media cetak.
Wah, Anda termasuk bintang iklan yang laris.

KLIK - Detail Begitulah. Pernah dalam satu minggu, saya ikut empat kali casting. Hasilnya, saya dapat keempatnya. Sampai-sampai, saya pernah punya niat masukin ke MURI.
Iklan apa saja yang Anda bintangi.

Macam-macam. Iklan yang saya bintangi saya mulai dari produk rumah tangga sampai telekomunikasi. Biasanya saya berperan sebagai ibu-ibu muda. Yang terakhir saya membintangi iklan susu untuk diet, Diabetasol dan produk oli Seal.

Berapa honor sekali membintangi iklan?
Tergantung kasusnya. Mau kontrak atau sekadar promo. Kisarannya, sih, mulai Rp 5 juta hingga Rp 80 juta. (Dari bintang iklan, Inge melebarkan saya menjadi pembawa acara. Belakangan ini, ia jadi host infotainment KrosCek di Trans TV.)

Buat apa saja penghasilan dari iklan atau presenter?
Saya tidak money oriented. Yang penting saya punya sarana aktualisasi. Suami juga enggak pernah mau tahu berapa penghasilan saya. Yang penting keuangan dari suami dan hasil kerja saya terpisah. Insya Allah, uang itu mau saya pakai buat bisnis. Saya ingin punya acara di teve, buat tabungan anak dan masa depan.

(Ingrid lahir dari buah kasih Ny. Inne yang asli Sunda dan Setiya Buddy Kansil yang berdarah Sangir Talaud. Sulung dari empat bersaudara ini mengaku merasa beruntung dididik secara demokratis. Sejak kecil sudah gemar bergaya di depan cermin. Ia merasa lebih beruntung lagi karena kariernya sangat didukung sang suami.)
KLIK - Detail
Ketika menikah Anda sudah jadi artis?

Benar. Saya mulai terjun ke dunia hiburan tahun 1996. Sinetron pertama saya berjudul Deru Debu bersama Mas Willy Dozan. Saya ini artis seangkatan Peggy Melaty Sukma. Ketika pertama kali berhadapan dengan kamera, perasaan saya ya biasa-biasa saja. Sebelumnya saya, kan, sudah pernah jadi pemenang Mojang&Jaka di Cianjur. Saya juga pernah jadi Ratu Jins se-Jawa Barat.

Setelah main satu sinetron, saya enggak eksis lagi. Saya memilih bekerja sebagai sekretaris di perusahaan konsorsium dari Malaysia. Gajinya lumayan besar, bisa buat biaya kuliah dan memenuhi kebutuhan sendiri. Sampai akhirnya ketemu Pak Syarief. Setelah menikah tahun 1999, saya keluar dari pekerjaan dan dipercaya suami menjadi komisaris di perusahaannya.

(Suami perempuan bernama lengkap Ingrid Maria Palupi Kansil ini adalah anggota DPR RI dari Partai Demokrat. Sebelum menjadi anggota dewan, Syarief lebih dikenal sebagai pengusaha. Ia pemegang merek fashion terkenal dari luar negeri untuk Indonesia.)


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.