27 November 2014  19:05 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Gundahnya Hati Halimah
"TANPA MENGADU, PAK HARTO SUDAH TAHU"

Gugatan cerai yang dilayangkan Bambang Trihatmodjo telah membuat Halimah Agustina Kamil makin syok. Padahal, selama ini Halimah sudah berusaha menahan diri atas perilaku Bambang dengan madunya, Mayangsari. "Seharusnya Halimah yang marah, tapi malah ditalak." Berikut gundahnya hati Halimah, seperti dituturkan kuasa hukumnya, Lelyana Santosa (7/6)

Kapan tepatnya Halimah secara resmi meminta bantuan Anda? Apa memang sebelumnya sudah saling kenal?
Persisnya, sejak Halimah menerima surat panggilan dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Surat kuasanya dibuat di kantor saya, Senin (5/6). Memang, sebenarnya kami sudah saling kenal sejak dua tahun silam. Kami sering bertemu dan ngobrol sebagai sesama ibu rumah tangga. Dia sering bertanya, terutama berita tentang Bambang yang tidak bisa disangkal (berita tentang kedekatan Bambang dengan Mayangsari, Red). Dia bertanya, "Posisi hukum saya seperti apa, sih? Hak saya apa? Kewajiban saya apa? Apa yang harus saya perbuat?" Saya pikir, orang lain saja penasaran soal berita-berita seputar Bambang dan Mayang, apalagi yang bersangkutan? Tentu dia ingin tahu secara hukum.

KLIK - Detail Sejak kapan pembicaraan secara hukum dilakukan?
Saya lupa karena tidak ada waktu secara spesifik. Kami bertemu di berbagai tempat. Secara perlahan, Halimah cerita tentang keluarganya. Khususnya sejak munculnya berita-berita yang menyangkut mereka (Bambang dan Mayang, Red).

Apa yang Halimah rasakan dari kedekatan suaminya dengan Mayang?
Beban sebagai wanita. Beban psikis. Maksudnya, posisi dia, kan, posisi yang disudutkan. Ternyata dia pula yang ditalak. Artinya, selama beberapa tahun terakhir Halimah mengalami kekerasan psikis yang bertubi-tubi. Misalnya, munculnya berita Mayang hamil, nujuhbulanan, melahirkan. Semua itu membuat Halimah dan ketiga anaknya (Gendis Siti Hatmanti, Bambang Panji Adhikumoro dan Bambang Aditya Trihatmanto, Red.) merasa malu. Saya pikir, itu perasaan yang umum sebagai ibu rumah tangga. Sebelumnya, mereka adalah ikon pasangan ideal. Tidak pernah terdengar berita macam-macam.

Apa reaksi Halimah saat mendapat panggilan sidang talak?

Jelas kecewa. Ya, lumrah, namanya seorang ibu dengan usia perkawinan 26 tahun dengan tiga anak dan seorang cucu. Anak-anaknya curhat kepada Halimah tentang situasi terakhir yang mereka alami. Sebetulnya, satu sama lain sangat dekat. Halimah merasa keluarganya sangat harmonis. Anak-anak melihat Bambang sebagai sosok ayah yang luar biasa. Bahkan, sebelum menikah, Gendis sempat mengatakan ingin punya suami seperti papanya. Gendis sedih sekali dengan gugatan cerai ini, karena baginya Bambang adalah tokoh yang dikagumi.

Saat menyerahkan surat kuasa, apa yang Halimah inginkan?
Dia hanya ingin adanya keadilan. Dia merasa diperlakukan tidak adil.

Adil yang seperti apa?
Begini, ya. Ada suatu kejadian di mana secara legal mereka masih suami-istri, tetapi Halimah melihat di media massa suaminya mengantar dan menjemput wanita yang katanya juga punya anak darinya. Halimah enggak perlu lagi nanya. Cukup melihat fotonya di perempatan jalan atau di layar televisi. Artinya, sudah terang-terangan dan seakan-akan sengaja untuk menyakiti Halimah dan anak-anaknya. Seharusnya, yang marah Halimah. Kenyataannya? Malah dia yang ditalak.

Bukankah Halimah sudah pernah menumpahkan kekesalannya dengan menabrak pagar rumah Mayang?
Ketika itu, ayahnya (Soeharto, Red) tengah dirawat dan Bambang sudah beberapa kali tidak menjenguk. Halimah lalu menelepon, meminta Bambang datang menjenguk ayahnya. "Saya akan jemput kamu ke Simprug," kata Halimah. Saat menelepon, Halimah berada di jalan bersama Gendis dan Panji. Jadi, kejadiannya bukan mendadak.

Berarti, sejak lama Halimah sudah menahan diri, ya?
Ya, dong. Ada kekerasan psikis yang dirasakan selama beberapa tahun ini.

Bisa diartikan Halimah bersedia dimadu?
Tidak! Sangat tidak. Dia menolak (cerai) Tidak ada wanita yang menginkan perceraian. Kami akan berdaya upaya untuk menolak.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.