24 April 2014  03:16 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Katering Khusus Ibu Hamil
GANGGUAN TELEPON PEMBAWA BERKAH

KLIK - Detail Gara-gara sering diganggu telepon anaknya saat bekerja, ia akhirnya memilih meninggalkan praktek dokter dan berusaha di rumah. Tanpa sengaja pula, ibu dua anak ini mengkhususkan diri pada jasa katering untuk orang sakit, ibu hamil, juga anak-anak.

Ketika memutuskan "berhenti" berkarier sebagai dokter demi mendampingi buah hatinya, Peni Hartanto (40) berniat membuka usaha katering. Belum sempat idenya terwujud, sang bunda, Tien Suhartini, diketahui menderita diabetes. "Mau tak mau saya belajar membuat menu khusus untuk penderita diabetes. Termasuk menghitung kalori hingga menimbang makanan," ceritanya.

Lalu, suatu ketika, sahabat Peni minta dibuatkan menu untuk ayahnya berpenyakit jantung. "Namanya Pak Arwan. Bisa dibilang, dialah pelanggan saya yang pertama." Rupanya pelayanan Peni memuaskan sehingga, "Istri Pak Arwan juga minta dibuatkan menu khusus karena ia bermasalah dengan kolesterolnya. Dari sanalah kemudian merembet ke saudara-saudara mereka lainnya yang juga sakit," cerita Peni yang saat itu setiap hari mengantar sendiri makanan pesanan tersebut, sekalian mengantar anaknya sekolah.

KLIK - Detail Melihat usaha istrinya mulai diminati, dr. Mungkin Hartanto menyarankan Peni memasang iklan. Peni menggunakan bendera Prima Diet Catering uintuk usahanya. "Sejak diiklankan, pelanggan tambah banyak," tandas Peni yang kini punya 110 pelanggan.

TAMBAH BIAYA KURIR
Healthy Starts from What You Eat. Begitulah "semboyan" Peni. "Memang, mulanya katering ini khusus buat para penderita penyakit seperti jantung, diabetes, hipertensi, dan diet makrobiotik untuk penderita kanker. Tapi kemudian berkembang ke makanan untuk diet. Ibu hamil/menyusui, bahkan juga makanan untuk anak usia 1-15 tahun. Khusus untuk katering khusus anak menunya biasanya saja. Bukan menu untuk anak sakit atau karena obesitas."

Yang membedakan sekaligus menjadi kekuatan usahanya adalah kateringnya memiliki sifat individu. Artinya, "Tiap pelanggan dilayani sesuai dengan karakteristik dan kondisi kesehatan, selera, serta gaya hidupnya," ujar Peni yang semula berpraktek di dua rumah sakit swasta di Jakarta. Untuk itu, ia mengaku memadukan tiga ilmu yaitu, medis, gizi, dan kuliner. "Saya bisa masak, bisa utak-atik menu, tahu kuliner, serta punya pengetahuan medis. Ilmu Gizi bisa saya pelajari. Saya baru saja kuliah S2 ambil jurusan Gizi Masyarakat di UI meski dulu waktu kuliah di Kedokteran juga dapat ilmu tersebut."

KLIK - Detail Untuk menjadi pelanggan, klien diminta menyerahkan medical record. "Saya harus menerima hasil laboratorium mutakhir. Minimal satu bulan sebelumnya. Setelah saya pelajari, baru bisa dibuatkan menu yang pas. Kalau bukan dokter, tentu saya tak bisa melakukannya. Jadi, calon pelanggan tidak bisa asal bilang sakit tertentu lalu dibuatkan menu. Kecuali dia punya resep menu diet dari dokter pribadinya."

 Setelah itu, Peni akan meminta pasien mengisi formulir tentang daftar makanan yang disukai dan tidak. "Misalnya, dia tak suka ayam, ya, saya bikinkan daging. Atau hanya suka makanan Eropa, tentu dia enggak bakal saya kasih urap. Harga per paket sama saja. Kecuali porsinya ekstrem atau dietnya makrobiotik untuk penderita kanker. Soalnya, semua bahan pangan dan sayurnya harus organik yang harganya lebih mahal," jelas Peni.

KLIK - Detail Soal harga, yang juga membedakan adalah masalah. Ada pelanggan yang meminta makanan harus datang pada jam tertentu atau jaraknya amat jauh dari Jakarta. Untuk pasien seperti ini, Peni meminta pasiennya membayar jasa kurir khusus dan harus disewa minimal satu bulan. "Saya jamin makanan tiba dalam kondisi segar," ujar Peni yang memiliki 7 kurir untuk mendapat ketepatan pengiriman. Apalagi, seperti dijelaskannya, "Makanan saya tidak boleh dikonsumsi lagi bila sudah lebih dari enam jam!"

Harga per paket menu diet berkisar Rp700 ribu per 10 hari, belum termasuk biaya kurir. Terdiri dari menu makan siang plus buah, snack sore, serta makan malam plus buah. Sedangkan untuk menu makrobiotik bisa mencapai Rp 900.000. Siapa gerangan pelanggan Peni? Yang jelas, golongan menenagh atas. "Antara lain, Abdul Latif dan Surya Paloh," ujarnya.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• MENGATASI MORNING SICKNESS
• MITOS SEKS DAN SI JABANG BAYI
• HADIAH BUAT BUNDA & SI KECIL
• RAHASIA TAMPIL PRIMA SAAT HAMIL
• MENYIAPKAN MENTAL SANG CALON AYAH
• TIPS UNTUK CALON AYAH
• 6 TANDA CALON AYAH YANG BAIK
• 10 TANDA MENGANDUNG BAYI KEMBAR
 
 
  Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
Copyright © 2001 www.tabloidnova.com All rights reserved.