25 April 2014  02:33 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
PHILIPS PERANGI PEMANASAN GLOBAL
MARATON BUAT PARA BOCAH
GELARAN SISWA ESMOD
DISNEY FUNTASY DI MEDAN
PERANCANG KE HONG KONG FASHION WEEK
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Bisnis Manis Antar Jemput Sekolah
MASIH BISA MASAK DI RUMAH

Berawal dari tugas sehar-hari mengantar anak sekolah sendiri, tiga wanita ini menjadikan tugas antar-jemput anak sekolah menjadi lahan bisnis manis. Apa resepnya agar sukses.
KLIK - Detail
Setelah pusing pilah-pilih sekolah, menjelang masuk sekolah, orangtua juga harus sibuk cari mobil antar-jemput putra-putrinya. Memilih mobil antar-jemput memang banyak pertimbangan. Mulai dari rute, kondisi mobil, hingga perilaku mengemudi sang sopir. Ya, alasan terakhir kerap menjadi urutan pertama sebelum kita memilih mobil antar jemput.

Kepercaan kepada sang pengemudi itu yang membuat bisnis antar jemput anak sekolah milik Ina Maliun (53) bisa bertahan hingga 10 tahun lebih. Bahkan bisnis ini terus berkembang dan bisa menjadi gantungan hidup di hari tua. "Kepercayaan orangtua kepada kita memang sangat penting apakah bisnis ini bisa berkembang atau tidak," jelas warga yang tinggal di komplek Villa Palem Kencana, Medan - Binjei.

Binis antar jemput ini ditekuni mulai 1985. "Waktu itu, suami saya kan, di Aceh. Nah, setiap pagi saya antar jemput anak-anak sendiri. Banyak ibu-ibu di kompleks yang tiap pagi juga harus mengantar anaknya ke sekolah." Dari situlah ia terbesit ide untuk memberi "tumpangan" kepada para tetangganya. "Lama-lama, kok, makin banyak yang 'numpang'. Dari situlah saya mulai mimikirkan bisnis ini."

Mobil minibus tua miliknya pun akhrinya dimodifikasi suaminya, Rissa Buldan (57). Jok standar pun dibongkar. Sebagai gantinya Buldan menganti dengan "jok tempel" agar muat banyak penumpang. "Dengan model jok tersebut, mobil bisa menampung 20 anak. Semua bisa duduk," tandas Ina.

Meski mobil sudah dimodifikasi agar muat banyak penumpang, saat menjelang masuk sekolah, Ina tetap saja menolak siswa yang ingin antar-jemput karena semua bangku telah terisi. "Makanya kami lalu menambah mobil. Dan itu terus berkembang dari tahun ke tahun," tambah Ina yang kini memiliki 6 armada. Selain mengerahkan tiga sopir, Ina juga meminta suami dan anaknya menjadi sopir antar-jemput. "Sekarang ada 112 anak yang harus diantar jemput tiap hari," tambah Ina yang mematok tarif iuran sebulan Rp 100 ribu hingga Rp 25 ribu.
KLIK - Detail
JADI BISNIS SAMPINGAN
Ina selalu menjaga kepercayaan yang diberikan orangtua siswa yang diantar dan dijemput. Caranya dengan mengemudi lebih hati-hati dan selalu tanggung jawab jika di jalan menemui kendala. "Pernah, sih, tiba-tiba mobil mogok. Saya langsung cari angkot. Saya ikut mengantar mereka," jelas wanita yang pernah berkarier di PT Unilever ini.

Selain itu, ia juga berusaha dekat dengan anak-anak. "Jika ada yang sunatan atau ulang tahun, saya sering jadi koordinator untuk mengumpulkan kado. Jadi, anak-anak jadi cepat akrab," tandas Ina yang juga kerap jadi tempat curhat anak-anak. "Saya memang selalu menempatkan diri sebagai ibu anak-anak."

Meski setiap hari antar jemput, Ina tetap punya waktu masuk dapur. "Pagi saya antar anak-anak TK dan play grup. Pulangnya belanja ke pasar dan pulang langsung masak. Jam 11.00 saya jemput mereka. Kalau sore saya jemput murid-murid perempuan," ujar Ina yang memberi keringanan iuran bagi murid yatim.

Kelak, Ina ingin menganti armadanya dengan armada baru. "Saya yakin, kok, bisnis ini terus berkembang. Kalau sekarang saya mengantar jemput kakaknya, tahun berikutnya adiknya pasti ikut."


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Ferry Bersaksi
• Film Harry Potter and the Order of the Phoenix
• Mama Mia Show
• Menjebak Penipu Berkedok Undian
• MENYELAMATKAN LINGKUNGAN DENGAN TAS
• Islamic Fashion Festival II
• Kripik Sayur dan Buah dari Pasuruan
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.