24 July 2014  02:21 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
KE PABRIK KEJU BARENG KLUB NOVA
FORMULA ANTIKERING PEWARNA RAMBUT
INSPIRASI 9 TOKOH WANITA
CINTA ANAK-ANAK ALA ZIDANE
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Peralatan Sekolah
PEDAGANG DAN PEMBELI SALING BURU

Menjelang masuk sekolah dan tahun ajaran baru, para orang tua kembali bergegas mencari tempat paling murah. Pedagang pun memanfaatkan panen sekali setahun ini.

KLIK - Detail Setelah libur panjang, tiba saatnya kembali ke sekolah. Alat-alat keperluan sekolah pun diburu para siswa. Suasana ramai para pembeli perlengkapan sekolah ini tampak di beberapa pasar tradisional di kawasan Jakarta yang terkenal murah. Antara lain di Pasar Pagi Asemka, Jakarta Kota dan Pasar Mester Jatinegara, Jakarta Timur.

Dari sekian banyak perlengkapan sekolah yang harus dibeli adalah seragam sekolah. Di Pasar Mester Jatinegara, beberapa penjual seragam kaki lima mulai dikerubuti para pembeli, Kamis (12/7) lalu. Di antara sekian banyak penjual di pasar itu, terdapat toko yang khusus menjual berbagai seragam sekolah. Mulai dari seragam TK, SD, SMP, SMA, sampai seragam Pramuka, Paskibra yang kerap dibutuhkan siswa saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Sang pemilik toko, Andy (55), mengaku telah bertahun-tahun menjual seragam sekolah. Awalnya, toko warisan ayah dan kakeknya ini hanya menjual sarung saja. "Setelah pemerintah Indonesia mengharuskan anak sekolah berseragam sekitar awal tahun 1970-an, barulah kami membuat baju seragam untuk dijual," ujar Andy.

KLIK - Detail Ia mempekerjakan 18 orang penjahit seragam di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Seragam yang ia buat diberi label Dolar dan Berkah. "Kami berusaha membuat seragam yang baik, meski bahannya dari tahun ke tahun sama saja. Untuk kemeja berbahan tetoron dan bawahannya berbahan famatex," lanjut bapak tiga anak ini.

Menurut Andy, tahun ini harga bahan baku kain untuk seragam naik lebih dari 10 persen. Harga jual seragam pun terpaksa ikut naik. "Kenaikan harga seragam sekitar 5-10 persen. Kami enggak bisa naikin harga lebih dari segitu. Padahal kenaikan harga bahan baku lebih dari 10 persen. Keuntungan jadi berkurang. Tapi mau gimana lagi, produksi harus tetap jalan karena pembeli, kan, butuh seragam," papar Andy.

Untuk baju, Andy memasang harga mulai dari Rp 19 ribu hingga Rp 25 ribu, sedangkan rok dan celana berkisar antara Rp 19 ribu hingga Rp 50 ribu. "Tergantung panjang pendeknya ukuran. Meski harga naik, saya bisa menjual 40-50 kodi per hari. Biasanya mulai pertengahan Juni sampai Juli ini pembeli masih ramai. Sampai seminggu awal sekolah, masih ramai. Setelah itu sepi lagi," kata pria berkaca mata ini.

KLIK - Detail Kenaikan harga bahan baku juga dirasakan pula oleh Hendra (52), pemilik Toko Bulan. Hendra juga menjual berbagai seragam, seperti Andy. "Tapi, yang namanya pelanggan, biar mahal tetap datang ke mari. Pelanggan saya dari Pekalongan dan Semarang pun sengaja datang untuk membeli seragam di sini," kata Hendra.

BUKU PALING LARIS
Selain seragam, alat tulis pastilah jadi buruan utama para siswa. Seperti yang terlihat di Pasar Pagi Asemka, hampir setiap lapak penjual buku dan berbagai alat tulis anak sekolah dikerumuni pembeli. Ida (25), penjual kaki lima buku dan alat tulis mengaku senang karena barang jualannya laris manis selama dua minggu menjelang hari masuk sekolah.

"Buku paling laris. Sebenarnya, saya sudah lama berjualan di sini. Tapi kalau jualan buku dan alat tulis, hanya setiap musim kenaikan kelas saja. Biasanya saya jualan barang musiman yang lagi ramai dicari orang. Saya pernah jualan kembang api atau aksesoris," kata Ida sambil melayani pembeli.

KLIK - Detail Selain Ida, Azhar pun tak ketinggalan meraup untung di penghujung masa liburan anak sekolah ini. Untuk menjaring lebih banyak pembeli, Azhar mengaku memberi harga sedikit lebih murah dari pedagang lainnya. "Harga buku satu pak isi 10 buku berkisar antara Rp 8.000 sampai Rp 25 ribu untuk buku yang besar. Rata-rata anak SMP dan SMA membeli buku yang berukuran besar," lanjut pria asal Padang ini.

Salah satu daya tarik membeli buku di pasar karena harganya lebih murah dibandingkan di supermarket atau di toko buku besar. Hal ini disampaikan Ny. Sri (32) dan Ny. Fitri (33). Mereka sengaja datang dari Bogor ke Pasar Pagi Asemka untuk membeli beberapa pak buku dan berbagai alat sekolah untuk anak-anak mereka. "Sebelum ke sini kami sudah survei harga dulu ke supermarket dan toko buku besar.

Ternyata di sini jauh lebih murah. Kalau belinya banyak, masih dapat diskon. Saya beli beberapa buku dan alat tulis untuk anak saya yang baru mau masuk SD," kata Sri yang baru kali pertama berbelanja perlengkapan sekolah.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Curahan Hati Istri & Anak Taufik Savalas
• Ibunda Taufik
• Detik-Detik Kepergian Taufik
• Perjalanan Hidup Taufik
• Bocah Korban Mutilasi
• Liburan Berujung Maut
• PEDAS SAMPAI TANDAS
• Sentra Kristal dan Keramik di Belawan
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.