25 November 2014  21:46 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
PT. HEINZ ABC INDONESIA BANTU KORBAN GEMPA BENGKULU
SEMINAR HARI JANTUNG SEDUNIA
TABLET PENUNDA HAID BUAT CALON JAMAAH HAJI
DUKUNGAN BAGI KAUM PEREMPUAN
RESEP BUGAR ADE RAI & WIMAR
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

MISTERI KEMATIAN ERNI JOHAN & 2 KEPONAKAN

Hingga sepekan, misteri kematian Erni Johan dan dua keponakannya yang masih balita belum terkuak. Mungkinkah pelakunya keluarga sendiri?

KLIK - Detail Sebuah rumah di Jalan Seroja, perumahan Bumi Rancaekek Kencana, dihuni keluarga besar. Di sana tinggal Oma Lauw Eng Nio (70) bersama anak-anak, mantu, dan cucu. Ada Erni Johan (47) dan anak tunggalnya, Helena Odika Vanessa (14). Ada lagi pasangan Erna Johan dan Panca, berikut tiga anak. Ditambah pasangan Nicolas Setiawan Johan (41) dan istrinya Cucu Martan (44) serta dua buah hatinya, Valentino Metodeus Trey Teodore (3) dan Maria Karmelina Gratia atau Grace (3 bulan).

Tiba-tiba saja, kegemparan menyelimuti rumah itu. Selasa (16/10) dini hari lalu. Si kecil Valentino dan Grace ditemukan terbujur kaku bersebelahan di sofa ruang depan dalam kondisi basah kuyub dan wajah membiru. Di halaman belakang rumah, Erni Johan tewas mengambang di dalam sumur sedalam empat meter. Kabar duka di pagi buta itu langsung menggemparkan warga perumahan Bumi Rancaekek Kencana.

Orang yang pertama kali mengaku mengetahui kondisi Valentino dan Grace adalah Panca (37). "Saya terbangun pukul 03.35 WIB. Seperti biasa, begitu bangun saya ke ruang depan untuk menyalakan lampu dan menyiapkan jaket serta seragam anak-anak saya yang sekolah di Bandung. Di sofa, saya lihat ada benda putih tidak bergerak. Saya pikir itu guling anak-anak yang dijahit istri saya," papar Panca.

KLIK - Detail Setelah didekati, ternyata yang disangka guling itu adalah tubuh Valentino dan Grace dalam kondisi sudah tidak bernyawa. "Saya langsung teriak dan lari ke belakang ke arah istri saya. Kami lalu ke depan lagi mendekati sofa. Saya elus bahu anak-anak tetap tak bergerak. Dari hidungnya tak ada tanda-tanda bernapas. Saya dan istri kembali menjerit dan meminta istri saya mencari Mbak Erni karena sehari-hari dialah yang mengasuh Valen dan Grace."

Seisi rumah termasuk orangtua dua bocah itu dan warga sekitar, tentu saja jadi geger. Apalagi, tak lama kemudian, Erni juga ditemukan meninggal. Panca sempat bertanya-tanya, mungkinkah dua balita itu dibunuh Erni, sebelum akhirnya bunuh diri terjun ke sumur? Tapi, Panca menepis dugaannya. "Mbak Erni, kan, sayang sekali pada dua keponakannya melebihi cintanya pada anak sendiri. Saya bingung, siapa pembunuh mereka," ujar Panca yang sempat diperiksa polisi.

Sejak peristiwa itu, Panca dan Erna berulangkali dimintai keterangan oleh polisi. "Tapi, saya tidak merasa akan dijadikan tersangka. Sebab, saya bukan pelaku pembunuhan. Kalau saya yang melakukan, kenapa tidak kabur sekalian? Saya berharap polisi segera menemukan pelaku pembunuhan itu."

KLIK - Detail SEPERTI DISIREP
Ayah dua anak ini sangat syok ketika bangun, buah hatinya sudah tiada. Karyawan perusahaan ekspedisi itu semakin syok ketika tahu, Erni juga meninggal mengenaskan di dalam sumur. Menurut Setiawan, ia sempat mencari Erni ke ruang depan. "Saya lihat pintu yang menuju keluar rumah masih terkunci rapi. Selotnya masih menutup dari dalam. Tidak ada tanda-tanda orang keluar," kisahnya.

Lalu, Setiawan ke halaman belakang lewat dapur. "Pintu di sana juga masih terkunci rapi. Selot pintu masih mengganjal dari dalam juga. Pintu saya buka," kata Setiawan yang mencari sampai halaman belakang rumah. Di sana ada sumur dan tempat penampung air. "Saya tidak melihat siapa pun. Saya pun ke garasi mencari Bu Erni. Ternyata pintu garasi juga masih terganjal selot dari dalam dan rapi. Tidak ada tanda-tanda orang keluar rumah," papar Setiawan.

"Saya kembali mendekati anak-anak yang terbujur kaku. Saya kembali terbengong. Saya lihat Pak Panca keluar-masuk kamar. Kadang berdiri di dekat sofa. Saat itulah dia menyuruh saya lapor polisi." Saat di kantor polisi inilah Setiawan dapat kabar, Erni juga sudah meninggal.

KLIK - Detail Yang sangat disesalkan Setiawan dan istrinya, malam itu mereka tidur lelap. Begitu pula Oma Eng dan Vanessa. Tak satu pun dari mereka yang mendengar keributan di malam itu. "Kami seperti disirep. Saya ngantuk luar biasa setelah minum air putih dari galon," terang Cucu yang berangkat tidur bersama suaminya sekitar pukul 12 malam.

Vanesa menimpali, malam itu ia juga terserang kantuk sejak pukul 20.00. Sebelum menjatuhkan tubuhnya di ranjang, terang Vanesa, ia masih melihat Erni menimang-nimang Grace di kamar. "Grace terus-menerus senyum sama saya. Tetapi karena sudah ngantuk berat, saya tidur duluan," terang Vanesa seraya menjelaskan, dua anak Setiawan sering tidur bersama Erni.

Setiawan dan Vanessa sama-sama menampik kemungkinan Erni bunuh diri setelah membunuh Valentino dan Grace. "Bu Ernilah yang merawat saya. Waktu Bu Erni masih bekerja sebagai tenaga keuangan di PT Naga Mas, gajinya dipakai membiayai saya sekolah sampai tamat perguruan tinggi."

Atas semua kasih sayang yang dilimpahkan Erni itulah, Setiawan yakin, tidak mungkin  Erni membunuh dua anaknya. Apalagi, selama ini Erni juga sangat menyayangi dua balita malang itu. "Bu Erni punya peranan besar dalam keluarga kami. Saya tidak pernah meragukan kasih sayang kakak saya itu. Makanya saya juga senang anak saya lengket sama dia."


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Donna - Darius
• Pengacara Dhani
• Artis "Berkumis"
• Desta-Vincent
• TERKUAKNYA MISTERI MAYAT DALAM KOPER
• Pengungkap Penculikan Deco Dapat Penghargaan
• Komunitas Tangan di Atas
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.