24 April 2014  00:09 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
KEBUN BIBIT PERCETAKAN PT GRAMEDIA
Chocolate Caviar
Dukungan Finansial Para Guru
Make Up Store Swedia
Gramedia Majalah Super Sale
Data Terbaru Penonton Televisi
Diabetes & Penyakit Kardiovaskular
Kreasi Busana MOVA di Cibitung
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

RS Mata Aini Digugat Pasiennya
MAU OPERASI MATA MALAH JADI BUTA

Niat awalnya ingin melakukan operasi katarak yang membuat mata kirinya tak bisa melihat jelas. Namun, penglihatannya malah tambah suram. Anggota klub Harley Davidson itu pun melaporkan rumah sakit ke Polda Metro Jaya atas tuduhan telah melakukan malapraktik.

KLIK - Detail Sudah beberapa waktu Paul Gatot (49) merasakan penglihatannya buram. Seorang teman menyarankan agar ia melakukan operasi katarak di Rumah Sakit Mata (RSM) Aini, Jakarta. Sebenarnya, Paul mengidap penyakit diabetes. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter, tak masalah bila ia hendak melakukan operasi katarak. Kamis (8/11) pukul 12.00 warga Cipete, Jakarta Selatan itu pun datang ke RSM Aini untuk operasi mata sebelah kiri.

Siang itu, Paul diantar istri tercintanya, Apriana (32). Selain Paul, ada lagi beberapa pasien yang juga melakukan operasi katarak. Setelah lewat setengah jam, beberapa pasien yang menjalani operasi katarak sudah keluar dari kamar operasi. Hanya Paul yang tak kunjung keluar.

Kira-kira pukul 15.00 seorang asisten dokter menghampiri Apriana sembari memberitahukan, suaminya terpaksa diberi tambahan obat bius. “Dia bilang suami saya tidak tahan sakit, lalu dibius total. Saya menyangkal. Sebab, suami saya amat tahan rasa sakit,” tutur Apriana.

Lima jam berlalu, Apriana mulai gelisah lantaran suaminya tak kunjung keluar ruang operasi. “Saya terkejut dan bingung waktu suami saya keluar dalam kondisi tak sadarkan diri. Dia tidur di ranjang dorong dan dimasukkan ke ruang perawatan. Suami saya baru sadar pukul 21.30. Itu pun baru ah..uh..saja suaranya,” terang Apriana yang kini punya tugas tambahan menetesi mata suaminya.

MALAH JADI GELAP
Paul pun mengungkapkan keheranannya usai membuka mata. “Aneh, seharusnya setelah operasi katarak, saya bisa melihat terang. Tapi, habis dioperasi, kok, justru gelap. Saya tidak bisa melihat,” terang Paul.

KLIK - Detail Hingga keesokan harinya, Paul mengaku masih tak bisa melihat jelas. Ia menanyakan keadaan yang dialami pada Dr Rahman Salman yang mengoperasi matanya. “Setelah mata saya diperiksa dan dikeker-keker, kata dokter enggak apa-apa. Masih menurut dokter, kondisi mata saya akan segera baik. Dia berucap, ‘bening-bening’. Saya enggak ngerti apa maksudnya.”

Apa yang dijanjikan Rahman bahwa matanya akan segera membaik, lanjut Paul, tak kunjung menjadi kenyataan. “Karena tidak bisa melihat, aktifitas saya terganggu. Lalu, saya mencoba menghubungi dokter Rahman. Baru Rabu (14/11) saya bisa ketemu. Saya tanyakan kenapa saya malah tidak bisa melihat? Dr Rahman bilang itu karena ada perdarahan. Lalu, pengobatan saya dioper ke Dr Isfahani.”

Tetap saja kondisi Paul tak berubah. Paul pun berpendapat, semua ini lantaran kesalahan dokter yang mengoperasi. Karena merasa dirugikan, Paul melaporkan RS Aini dan dokter yang merawat ke Polda Metro Jaya.

Diungkapkan Paul, yang ia tahu, operasi katarak hanya memakan waktu paling tidak setengah jam dan hanya dibius lokal. “Saat dioperasi, saya memang dibius lokal. Tapi ketika bius itu habis, saya merasakan kesakitan. Saya memang mengeluh pada dokter. Eh, tanpa minta persetujuan saya dan istri yang menunggu di luar, saya langsung dibius total. Saya sadar setelah pukul sembilan malam.”

Lamanya operasi dan tiadanya pemberitahuan Paul dibius total itulah yang kini menjadi bagian komplain Paul. “Sekarang saya baru tahu kenapa mata saya jadi ada perdarahan segala. Itu bukan karena operasi katarak, melainkan karena diubek-ubek selama lima jam lantaran lensa mata saya jatuh saat dibuka dokter,” papar Paul.

Paul mengungkapkan cerita ini berdasarkan pemberitahukan Dr Rahman, Kamis (22/11) di RS Aini. “Saya datang ke sana karena diundang oleh pihak rumah sakit. Saya datang bersama adik saya, Roy dan pengacara. Tapi, pengacara saya ditolak masuk.”


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Peggy Melati Sukma
• Selebriti & Tanaman
• ADA SAYUR "BANCI" DAN PAPEDA DI KENDURI NUSANTARA
• ISTRI TAK MAU CERAI, KAPSUL MAUT BERAKSI
• Curhat Bunda Si Anak Hilang
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.