25 Oktober 2014  12:45 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
Kreasi Aksesoris MOVA di Tambun
Rute Baru Jakarta – Bangkok
KAMPANYE HARI AIDS SEDUNIA
DEMO MASAK NOVA DI KOMPAS GRAMEDIA FAIR
KUNJUNGAN KE DESA PERCONTOHAN GSI
NATAL DI NEGERI SINGA
LULUSAN KE-37 PUSPITA MARTHA
WHITE CHRISTMAS & ANIMATRONICS
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Menghitung Hari Ala Iyek & Fachry

Kasus narkoba ini melelahkan bagi Iyek dan Fachry. Informasi yang mewarnai pun kadang tak pasti. Berikut sekelumit perkembangan ceritanya dari hari ke hari.
KLIK - Detail

Senin (26/11) malam, beredar kabar tertangkapnya Ahmad Albar karena kasus narkoba. Informasinya, Iyek dicokok oleh petugas Polsektro Jagakarsa. Namun, kabar itu dibantah oleh Kompol Sutrisno, Kasat Narkoba Polrestro Jakarta Selatan. “Tidak ada penangkapan terhadap Ahmad Albar,” kata Sutrino ketika dihubungi lewat telepon genggamnya.

Kendati demikian, esokan harinya, Selasa (27/11) rumah Iyek di kawasan Cinere, Depok tetap ramai didatangi wartawan. Mantan artis yang juga keponakan Iyek, Alba Fuad, membantah kabar penangkapan Iyek. “Setahu saya dia latihan vokal untuk persiapan konsernya di Malaysia. Tapi di mana studionya saya tidak tahu,” kata Alba.

Di sore hari, kabar tertangkapnya Iyek, menemui titik terang. Direktorat Tindak Pidana Narkoba dan Kejahatan Terorganisir, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Brigjen Pol Indradi Thanos, mengiyakan Iyek sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. "Rumahnya telah dijadikan tempat menginap seorang buronan ratusan ribu ekstasi yang kita temukan di Taman Anggrek," kata Indradi.
KLIK - Detail
Kala itu, polisi masih menyelidiki keterlibatan Iyek dalam jaringan ekstasi internasional yang melibatkan beberapa warga negara Malaysia.

Selasa malam, Camelia Malik, adik tiri Iyek datang bersama suaminya, Harry Capri untuk menjenguk Iyek di kantor BNN. Terlihat pula Oddie Agam, Hengky Tornando dan istrinya Debby Silvia, serta Fitria Elvi Sukaesih.

Rabu (28/11) pagi, Kepala Pelaksana Harian BNN, Komjen Pol I Made Mangkupastika mengumumkan Iyek resmi sebagai tersangka. Alasannya, selain dituding melakukan persekongkolan dengan buronan kasus narkoba, Iyek juga dituding memiliki serta menggunakan narkoba. Hasil tes urin, positif di tubuh Iyek mengandung amfetamin. "Dia masih berada di sini. Kondisinya baik,” kata Made.

KLIK - Detail Rabu siang, Indradi kembali memberi keterangan, dalam penangkapan Iyek, diketemukan 1,3 gr kokain. Barang langka itu berada di kamar anak kedua Iyek, Fachry Albar.

Dengan demikian, Fachry turun dicari, karena tak diketahui keberadaannya. Sebuah tim pun dibentuk untuk memburunya. “Sebaiknya Fachry menyerah saja. Pihak keluarga juga menghimbau dia supaya menyerahkan diri agar hukumannya tidak terlalu berat,” kata Indradi.

Rabu malam, rekan Iyek di God Bless, Ian Antono menjenguk Iyek di BNN. Ian mengaku dalam pertemuan sekitar satu jam itu ingin memberikan support untuk Iyek. “Kondisinya baik-baik saja,” ujar Ian usai kunjungannya.

Berselang beberapa menit kemudian, Iyek dipindahkan ke Mabes Polri, Jakarta. Dengan tangan diborgol Iyek dimasukkan ke dalam mobil Avanza hitam. Iyek dibawa melalui pintu khusus sehingga kepergiannya nyaris tidak diketahui wartawan.
KLIK - Detail
Kamis (29/11) sore, Camelia Malik kembali menjenguk Iyek, kali ini di Mabes Polri. Kedatangannya kali ini untuk mempertemukan Iyek dengan sejumlah pengacara dari Yapto Soerjosoemarno Law Firm yang akan mendampinginya.

Kata Mia, panggilan Camelia, Iyek tidak dalam kondisi fit karena kurang tidur. Apalagi Iyek mendengar Fachry turut dicari polisi. Belum lagi dua anaknya yang lain, Fauzy dan Faldy sakit. Mia pun mendapat pesan dari Iyek untuk menjaga anak-anaknya.

Jumat (30/11) dini hari, pukul 01:31 WIB Fachry datang ke BNN bersama Mia. Fachry terlihat tenang dengan dikawal tiga petugas menuju lift ke ruang pemeriksaan. "Mau klarifikasi. Sudah ya, saya baik-baik saja. Terima kasih ya," kata Fachry menjawab sapaan wartawan.

KLIK - Detail Jumat siang, selama pemeriksaan, Fachry mendapat tamu istimewa, sang ibu, Rini S. Bono. Rini yang datang bersama suaminya, Ricardo Gelael, mengenakan kerudung putih dan kacamata hitam.

Jumat sore, setelah sekitar 15 jam menjalani pemeriksaan, Fachry diperbolehkan pulang. Ia mengaku lega. "Saya bersyukur. Alhamdulillah, sudah menjalani klarifikasi dengan benar. Bila keterangan saya diperlukan, saya akan balik lagi. Saya sudah menjalankan dan membuktikan bahwa tes urin negatif," kata Fachry.

Dalam kesempatan itu, diumumkan, kokain di kamar Fachry hanya seberat 0,13 gr, bukan 1,3 gr. Walau telah dilepas, tidak tertutup kemungkinan Fachry akan dipanggil kembali. “Kalau masih diperlukan, Fachry akan dipanggil untuk penyelidikan terkait kokain itu, bukan dikaitkan dengan Ahmad Albar," kata Sri Sulastri Kabag Humas BNN.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Mike Wakil ke Asian Idol
• Panasonic Awards 2007
• Sarah Vi Menjawab
• CERITA TENTANG ANAK TERBUANG
• Nila Fitria, Pembunuh Suami
• Satu Keluarga Tewas Terbakar
• AWAS, DIARE KEMBALI MENYERANG
• PADUAN FASHION & SENI BALI
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.