20 Desember 2014  20:06 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

KENAPA ADA CINTA
RUANG KAMPUS JADI KAMAR RUMAH SAKIT
KLIK - Detail

Dua sahabat yang ternyata satu ayah bersaing memenangkan cinta seorang gadis. Inilah cerita yang ingin diangkat oleh drama percintaan yang dikemas dengan latar belakang medis ini. Selain kisah cintanya yang berliku-liku, istilah-istilah medisnya pun bikin bingung para aktor.

Perselisihan dan kecemburuan, inilah dua konflik yang banyak diangkat sinetron Kenapa Ada Cinta (KAC). Sinetron yang ditayangkan RCTI tiap Rabu malam ini mengisahkan persahabatan antara dua pemuda bernama Ryan dan Dimas. Mereka adalah dua sahabat, sekaligus kakak beradik lain ibu. Setelah meninggalkan Dimas dan ibunya, Ayah Dimas menikah lagi dan memiliki satu putra, yakni Ryan.
 
KLIK - Detail Seorang wanita bernama Astrid membuat hubungan persahabatan itu renggang. Astrid adalah seorang mahasiswi kedokteran yang cantik dan pintar. Banyak pemuda di kampusnya yang tertarik padanya, termasuk Ryan. Dengan gaya slengean dan kekayaannya, ia berusaha mengincar Astrid. Sayang usahanya tak dihiraukan perempuan penuh pesona itu. Astrid justru bersimpati terhadap Dimas. Ia tampak senang berdekatan dengan pemuda kalem itu. Hal ini tentu membuat Ryan cemburu.

Dalam satu kejadian, Astrid akhirnya mengalami kebutaan disebabkan trauma yang dialaminya. Ia dirawat di rumah sakit milik ayah Ryan. Dari sini ayahnya tahu hubungan antara Ryan - Astrid - Dimas. Ia menginginkan Astrid menjauhi anak kesayangannya, Ryan.

KLIK - Detail Sinetron produksi Multivision ini sengaja dibuat sebanyak 20 episode saja agar tidak terkesan monoton dan dibuat-buat. "Rasanya penonton pasti akan nyaman jika cerita sinetron tak panjang tapi tercapai tujuan ceritanya. Kalau cerita sudah bertele-tele rasanya tak mustahil akan membuat rasa penasaran menjadi rasa bosan bagi penonton," kata Widi Wijaya, sutradara KAC yang pernah mengarahkan sinetron Jangan Ucapkan Cinta ini.

Kendala saat menjalani syuting ini tentu saja ada. Pria berusia 33 tahun ini mengaku sempat kesulitan mengarahkan para bintang agar benar-benar seperti mahasiswa kedokteran sesungguhan. "Beberapa istilah dalam bahasa medis seringkali harus kita tanyakan dahulu agar tak mengalami kesalahan. Juga saat Astrid mengalami kebutaan traumatis, kami harus saling berdiskusi agar tampilannya paling tidak mendekati yang sesungguhnya."

KLIK - Detail Agar syuting berjalan lancar, Widi tak pernah terpaku pada apa yang diinginkan skenario. Widi berusaha luwes terhadap situasi seberat apa pun. Misalkan salah satu pemain tidak datang bukan berarti syuting terhambat. "Saya pasti akan terus syuting. Masalah pemain bisa digantikan dengan meletakkan stunt in (pemain pengganti) yang hanya dishoot dari arah belakang," jelas Widi yang juga sering menyulap satu tempat menjadi beberapa tempat yang diinginkan. "Kamar rumah sakit kami buat di dalam salah satu ruang di kampus. Jadi setelah syuting di kampus, kami tak perlu lagi pindah-pindah ke rumah sakit sungguhan."

Efisien waktu yang diterapkan membuat hari syuting bertambah singkat. Menurut Widi di satu sudut bisa diambil banyak adegan, dengan demikian baik kru dan pemain tidak harus lelah karena harus berpindah-pindah tempat. Tak heran kalau 20 episode dibuat dalam tempo yang singkat. Tayangan sinetron ini diramaikan oleh kehadiran bintang-bintang tenar seperti Primus Yustisio, Rendi Bragi, Frans Tumbuan, serta pendatang baru cantik yang berdomilisi di Australia, Alien Sumarwata. ***


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.