16 September 2014  17:26 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Sinetron Ikhlas
Renungan Bagi Para Pengguna Narkoba

KLIK - Detail Menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba, MD Entertaiment memproduksi Ikhlas, sinetron bernapaskan religius. Kisahnya tentang dua anak manusia yang hancur akibat kurangnya sentuhan agama. Mereka terjebak dalam dunia narkoba juga cinta yang penuh gejolak. Ditayangkan di SCTV setiap Senin-Jumat jam 17.00 WIB.

Alkisah, Naia (Tamara Bleszynski), gadis cantik, hangat, cerdas, dan berasal dari keluarga berkecukupan, menjalin asmara dengan Iman (Primus Yustisio) , pemuda yang amat percaya diri, rasional, serta penyabar. Perjalanan cinta mereka sempat diganggu kehadiran Gina (Nana Khairina), teman kuliah Naia. Dalam upaya merebut hati Iman, Gina menggunakan ilmu hitam. Ia dibantu sang ibu, seorang paranormal. Kendati demikian, upaya Gina tak berhasil.

Jalinan asmara Naia - Iman juga tak berjalan mulus. Pasangan ini terjerumus ke dunia obat terlarang sehingga akhirnya mereka putus. Seiring dengan berjalannya waktu, Naia jatuh cinta lagi pada Reza, anak jalanan yang juga mantan pengguna narkoba. Reza sempat tinggal di pondok pesantren, tempat ia menjalani rehabilitasi dari ketergantungan obat-obat terlarang. Naia sempat bimbang karena pada dasarnya ia masih mencintai Imam. Siapakah yang akhirnya dipilih Naia?

Tentang sinetron garapannya ini, sutradara Emil G Hampp mengatakan, "Mudah-mudahan sinetron ini memberi dampak positif di masyarakat. Terutama yang selama ini masih mengonsumsi narkoba. Setidaknya, kisah ini bisa jadi renungan." Ia juga bertutur, ada sebuah adegan yang membutuhkan waktu lama untuk pengambilan gambar. Yaitu ketika para pemain beradegan sakaw serta rehabiltasi tokoh Naia di pondok pesantren. "Ia harus berkali-kali nyebur kolam. Untuk mendapatkan gambar sempurna, kami butuh waktu hingga dua minggu," jelas pria kelahiran Jakarta ini.
* * *


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.