30 July 2014  07:04 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
KUNJUNGAN PESERTA SEMINAR AKTUALISASI PERAN PEREMPUAN
PENDAFTARAN ANGGOTA BARU RISKA
KURSUS MEMBUAT KUE KERING CANTIK
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Oleh-oleh dari Hong Kong
NAIK TREM DENGAN KEMIRINGAN 45 DERAJAT

Berlibur ke Hong Kong, pasti menyenangkan. Seolah tak ada kata bosan berwisata di sana. Banyak tempat makan enak, tempat belanja dengan harga terjangkau, banyak pula tempat wisata bagus.
 
KLIK - Detail Kecil-kecil cabe rawit. Rasanya julukan itu tepat untuk menggambarkan kondisi wisata Hong Kong. Awal Desember lalu, atas undangan Hong Kong Tourism Board (HKTB), NOVA berkesempatan mengunjungi tempat-tempat wisata di sana.

Kawasan bekas jajahan Inggris ini luasnya tak sampai dua kali luas DKI Jakarta, hanya 1.080 km2 yang terdiri dari 234 pulau. Namun, pergi ke tempat-tempat wisata Hong Kong hanya dalam tiga hari ternyata masih amat kurang waktu.

Berdua dengan reporter sebuah harian di Jakarta, NOVA berkeliling dipandu Cliff Yap, tour guide asal Bandung yang sudah 20 tahun menetap di Hong Kong. Sore setelah dijemput Cliff di bandara dan menyimpan koper di Hotel Regal Kowloon, kami langsung menuju The Peak. Tempat wisata di Bukit Victoria ini punya banyak tempat untuk dikunjungi. Dari restoran, mal, sampai museum Madam Tussaud yang menyimpan 104 buah patung lilin tokoh terkenal, termasuk Jackie Chan.

KLIK - Detail Untuk naik-turun bukit yang dulu dihuni bangsawan Inggris itu, digunakan dua trem yang berjalan dengan kemiringan 45 derajat. Kedua trem yang relnya sudah ada sejak 1888 ini beroperasi dengan cara kerja mirip timba di sumur. Kalau yang satu naik, berarti pada saat bersamaan trem satunya harus turun. Di antara stasiun bawah dan puncak bukit, ada beberapa stasiun pemberhentian. Di hari besar, trem yang menempuh jarak 2 km ini beroperasi 24 jam.

DERETAN POHON NATAL
Puas memandangi kelip lampu kota dari puncak bukit, sambil menahan hawa dingin yang menusuk, acara dilanjutkan ke kawasan Central di tengah kota. Di sana, puncak acara Winterfest tengah berlangsung. Hong Kong Winterfest (HKW) adalah acara yang digelar HKTB sejak 27 November 2003 sampai 4 Januari 2004 untuk menyambut datangnya musim dingin sekaligus Hari Natal.

KLIK - Detail Tak tanggung-tanggung, HKTB membuat Pohon Natal raksasa setinggi 33,5 meter yang dihias 28.000 bola lampu warna-warni. Malam itu, pesta puncak HKW dirayakan dengan berkumpulnya 60 sinterklas dari Amerika. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal bersama warga setempat yang datang dan membagikan hadiah pada anak-anak yang diundang ke acara itu. Sejak itu, lampu Pohon Natal itu dinyalakan tiap hari pukul 18.00 23.00.
Di seberang lapangan Central, tepatnya areal terbuka di depan Gedung HSBC, di mana-mana bertebaran nyala lampu yang ikut memeriahkan Natal. Bahkan di kolam. Suasana romantis ini banyak dimanfaatkan warga, terutama kaum muda yang baru pulang kantor, untuk bercengkrama.

KLIK - Detail Lalu, pohon Natal juga berderet menghiasi pusat perbelanjaan elit yang tembus ke dermaga Selat Victoria. Trem dalam kota pun dihias lampu Natal. Agaknya, HKTB sedang menggalakkan wisata di musim dingin ini dengan menghangatkan kota lewat lampu Natal.

Acara dilanjutkan dengan naik trem berhiaskan lampu Natal ke City Hall Chinese Restaurant, restoran yang empat masakannya memenangi penghargaan Best of the Best Culinary Award tahun 2001. Tiga dari keempat masakan itu, memang terasa amat lezat.


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• PERNIKAHAN NITA THALIA TERUNGKAP!
• RUHUT DAN WANDA BERSITEGANG DI TV
• Edies Adelia Ketiban Sial
• Cut Mini
• Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga
• Sukses Operasi Tumor Otak dengan Bius Lokal
• MELONGOK "KAMPUNG TEROMPET" DI BEKASI
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.