Oleh-oleh dari Hong Kong
NAIK TREM DENGAN
KEMIRINGAN 45 DERAJAT
Berlibur ke Hong Kong, pasti menyenangkan. Seolah tak ada kata bosan
berwisata di sana. Banyak tempat makan enak, tempat belanja dengan harga
terjangkau, banyak pula tempat wisata bagus.
Kecil-kecil cabe rawit. Rasanya julukan itu tepat untuk menggambarkan
kondisi wisata Hong Kong. Awal Desember lalu, atas undangan Hong Kong
Tourism Board (HKTB), NOVA berkesempatan mengunjungi tempat-tempat wisata di
sana.
Kawasan bekas jajahan Inggris ini luasnya tak sampai dua kali luas DKI
Jakarta, hanya 1.080 km2 yang terdiri dari 234 pulau. Namun, pergi ke
tempat-tempat wisata Hong Kong hanya dalam tiga hari ternyata masih amat
kurang waktu.
Berdua dengan reporter sebuah harian di Jakarta, NOVA berkeliling dipandu
Cliff Yap, tour guide asal Bandung yang sudah 20 tahun menetap di Hong Kong.
Sore setelah dijemput Cliff di bandara dan menyimpan koper di Hotel Regal
Kowloon, kami langsung menuju The Peak. Tempat wisata di Bukit Victoria ini
punya banyak tempat untuk dikunjungi. Dari restoran, mal, sampai museum
Madam Tussaud yang menyimpan 104 buah patung lilin tokoh terkenal, termasuk
Jackie Chan.
Untuk naik-turun bukit yang dulu dihuni bangsawan Inggris itu, digunakan dua
trem yang berjalan dengan kemiringan 45 derajat. Kedua trem yang relnya
sudah ada sejak 1888 ini beroperasi dengan cara kerja mirip timba di sumur.
Kalau yang satu naik, berarti pada saat bersamaan trem satunya harus turun.
Di antara stasiun bawah dan puncak bukit, ada beberapa stasiun
pemberhentian. Di hari besar, trem yang menempuh jarak 2 km ini beroperasi
24 jam.
DERETAN POHON NATAL
Puas memandangi kelip lampu kota dari puncak bukit, sambil menahan hawa
dingin yang menusuk, acara dilanjutkan ke kawasan Central di tengah kota. Di
sana, puncak acara Winterfest tengah berlangsung. Hong Kong Winterfest (HKW)
adalah acara yang digelar HKTB sejak 27 November 2003 sampai 4 Januari 2004
untuk menyambut datangnya musim dingin sekaligus Hari Natal.
Tak tanggung-tanggung, HKTB membuat Pohon Natal raksasa setinggi 33,5 meter
yang dihias 28.000 bola lampu warna-warni. Malam itu, pesta puncak HKW
dirayakan dengan berkumpulnya 60 sinterklas dari Amerika. Mereka menyanyikan
lagu-lagu Natal bersama warga setempat yang datang dan membagikan hadiah
pada anak-anak yang diundang ke acara itu. Sejak itu, lampu Pohon Natal itu
dinyalakan tiap hari pukul 18.00 23.00.
Di seberang lapangan Central, tepatnya areal terbuka di depan Gedung HSBC,
di mana-mana bertebaran nyala lampu yang ikut memeriahkan Natal. Bahkan di
kolam. Suasana romantis ini banyak dimanfaatkan warga, terutama kaum muda
yang baru pulang kantor, untuk bercengkrama.
Lalu, pohon Natal juga berderet menghiasi pusat perbelanjaan elit yang
tembus ke dermaga Selat Victoria. Trem dalam kota pun dihias lampu Natal.
Agaknya, HKTB sedang menggalakkan wisata di musim dingin ini dengan
menghangatkan kota lewat lampu Natal.
Acara dilanjutkan dengan naik trem berhiaskan lampu Natal ke City Hall
Chinese Restaurant, restoran yang empat masakannya memenangi penghargaan
Best of the Best Culinary Award tahun 2001. Tiga dari keempat masakan itu,
memang terasa amat lezat. |