20 April 2014  00:41 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
Java Oriental dari Ghea Panggabean
PELATIHAN RISET KUALITAS AIR
Berlibur Sambil Melacak Rahasia Alam
Abang-None Cilik Versi Museum Tekstil
Aneka Lomba Sambut Hari Anak
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Perseteruan Della Puspita vs Hendry
"DIA INGIN HANCURKAN KARIER SAYA!"

KLIK - DetailSeorang pria dari Malang mengakui artis Della Puspita adalah anak kandungnya. Namun, Della menganggap pria itu sebagai pamannya. Menurut Della, persoalan ini muncul karena ia menolak meminjami uang sehingga dianggap tak tahu balas budi.

Lebaran lalu, Della Puspita (22) dan ibunya, Dewi Kartika (44) pulang ke kampung halaman mereka di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Malang (Jatim). Mereka bertemu dengan Hendry Pasman, adik ipar Dewi yang tinggal di belakang rumah. "Hendry berniat pinjam uang untuk beli mobil," ujar Della tak mengungkapkan berapa jumlah uang yang akan dipinjam.

Saat itu, Della yang sedang berencana membangun rumah, menjawab akan pikir-pikir dulu. Setelah pulang ke Jakarta, beberapa kali Della ditelepon Hendry yang menanyakan kepastian jawaban Della. Waktu Della menolak meminjami, "Dia malah menuduh saya anak durhaka. Dia bilang, saya anak kandungnya yang tak tahu balas budi karena sekian lama diasuh, balasannya seperti itu," ujar Della kesal saat ditemui di lokasi syuting di Ancol, Kamis (26/6).

Artis bernama asli Nisisari Henny Puspawati ini membantah ucapan Hendry. Menurutnya, Hendry cuma pamannya. Tepatnya, adik ipar Dewi karena menikahi Lilik, adik keempat ibunya. "Papi saya orang Jepang, namanya Yasufumi Sato. Jadi bukan dia!" tegas Della.

PAHA BIRU KENA SABETAN
Della membenarkan, Hendry memang pernah mengasuhnya waktu dia berumur dua tahun. Tapi, itu atas paksaan Hendry, bukan keinginan ibunya. "Hendry ngotot untuk mengasuh saya. Katanya itu demi kebaikan saya. Alasannya, sebagai cucu pertama, saya harus mendapat pendidikan dan kehidupan yang layak dan bagus," tutur gadis bermata bulat ini.

Selanjutnya, Della diboyong Hendry ke Jember karena mendapat pekerjaan di sana. Namun, Della merasa ditelantarkan. "Waktu saya tinggal di sana, mereka belum punya anak. Tapi, saya seperti anak tak terurus. Baju saya lusuh pun mereka cuek. Hendry sering minta uang ke Mami saya untuk biaya sekolah dan ini-itu. Jumlahnya sengaja dibengkakkan. Saya memang disekolahkan mereka sampai TK," ujar Della seraya mengatakan ketika ia berumur tiga tahun, tantenya itu baru melahirkan anak lelaki.

Dewi sendiri terbilang rutin mengunjungi Della. Tiap kali ibu Della datang, Hendry dan istrinya langsung bikin masakan enak. Della juga didandani biar terlihat lebih terurus, dipakaikan baju bersih, dan tak boleh bermain tanah di luar rumah.

"Tapi, begitu Mami pulang, saya kembali enggak terurus. Kasarnya, saya enggak pakai baju juga mereka tak peduli," paparnya. Selain itu, Hendry juga ringan tangan. "Saya salah sedikit saja, Hendry tak segan memukul tubuh saya pakai sapu atau ikat pinggang. Sering paha saya biru kena sabetan."

Suatu kali, kakek Della di Ngenep sakit. Hendry mengajak Della menjenguk. Mendadak, Dewi juga datang. Saat itulah, Dewi melihat anaknya tampak amat kurus dan tak terurus. "Mami marah melihat pakaian saya compang-camping. Makanya, saya lalu disuruh tinggal di rumah Nenek dan enggak boleh pulang lagi ke Jember."

BERANI TES DNA
Meski diperlakukan tak adil, Della dan ibunya memilih diam saja. Padahal, tutur gadis berambut panjang ini, ibunya sering dipermalukan Hendry. "Bayangkan, di depan semua orang Mami dikatakan wanita panggilan. Saya enggak terima dia mengata-ngatai Mami seperti itu!" kata Della berang.

Della menduga, Hendry tak senang dengan keberhasilannya menjadi publik figur. Karena itu, Hendry berusaha menghancurkan kariernya. "Dia memang pernah mengancam akan menghancurkan karier saya. Katanya, dia bisa melakukannya dengan gampang. Silakan saja. Tapi jangan bawa-bawa Mami. Kasihan dia."

Salah satunya, tutur Della, Hendry mengaku sebagai ayah kandungnya setelah Della terkenal. "Kalau mau ngaku seperti itu, kenapa enggak dari dulu? Itu, kan, telat banget. Surat lahir saja dia baru bikin tanggal 12 Juni lalu. Tahun lahirnya juga salah. Di situ di-tulis tahun 1979. Alasannya, dia bikin baru karena yang asli terbawa banjir. Itu enggak masuk akal!" tukas gadis kelahiran Agustus 1981 ini.

Della beralasan, Desa Ngenep tempat asalnya, berada di bawah kaki Gunung Arjuna, Malang. "Seumur hidup saya, desa itu tak pernah banjir. Alasannya salah, Bung! Akte yang asli ada pada saya sampai sekarang, kok. Kalau dia minta bukti, akan saya tunjukkan. Kalau dia minta tes DNA, boleh. Saya siap, kalau itu memang untuk menunjukkan kebenaran."


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Akibat Rayuan Maut Si Gadis Cantik
• Lima Tahun Penjara Untuk Sumanto (Bagian 1)
• Serunya Demo Masak Nova di Medan
• Tragedi Berdarah Di Sei Bingei
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.