31 July 2014  15:33 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Ulas Uang
HADIAH UNTUK TEMAN & RELASI
Anda Dan
HADIAH UNTUK TEMAN & RELASI
Info Praktis
KERANJANG BEKAS DIBUANG SAYANG
Info
Menyantap Daging Tanpa Masalah
Mengurangi Panas Matahari di Dalam Rumah
Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng
Motivasi Menurunkan Berat Badan
Astrologi
Berlaku sampai 15 Februari 2004
Kesehatan
EJAKULASI TERHAMBAT BIKIN SUAMI-ISTRI TAK NIKMAT
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

VIOLCES, SI BELUDRU PENGHIAS MEJA

Daunnya kecil dan halus. Bunganya kecil dan cantik beraneka warna. Biasanya, tanaman ini menjadi penghias meja tamu atau meja makan. Bagaimana menanamnya?

Apa komentar Anda saat melihat bunga Violces (African violet) dipajang di atas meja tamu? Ya, ruang tamu jadi lebih "hidup," asri, dan anggun. Apalagi jika pilihan potnya tepat, keindahannya pun akan makin menonjol. Selain di meja tamu, violces biasanya juga indah dipajang di atas meja makan, meja kantor, atau di teras.

Daun-daun violces tumbuh dalam bentuk roset. Jika diraba, terasa tebal dan berbulu menyerupai beludru (ada rambut-rambut halus di permukaan daun). Warna daun hijau keunguan, tangkainya banyak mengandung air, dan berwarna kemerahan. Tapi hati-hati, soalnya tangkai daun violces mudah patah.

Bunga yang dijuluki Saint Paulia ini termasuk tanaman hias ruangan yang rajin berbunga. Biasanya, bunganya berwarna ungu tua dengan bintik kuning di tengahnya. Namun, ada juga yang berwarna bunga putih, pink, violet, atau biru.

POT YANG TEPAT
Dewasa ini, banyak sekali ragam pot yang cantik-cantik dan menarik. Bahannya pun bermacam-macam. Ada yang dari tanah liat, porselen, semen, kaca, kayu, pakis, dan sebagainya. Pot mana yang dipilih, tentu tergantung selera dan kemampuan. Namun, ada baiknya kita kenali dulu keunggulan dan kelemahan aneka macam pot itu.

Pot dari tanah liat boleh dibilang pot 'terbaik', karena sifat dindingnya porous, sehingga gampang membuang kelebihan air yang bisa membusukkan akar tanaman. Suhu dalam pot relatif stabil, harganya pun murah. Sayangnya, pot dari tanah liat
mudah pecah dan mudah ditumbuhi lumut. Juga, banyak orang beranggapan pot tanah liat kurang artistik dan kurang menarik. Kalau soal ini, cobalah menyempatkan diri datang ke desa wisata Kasongan, di Bantul, Yogyakarta. Dijamin Anda akan mendapatkan pot tanah liat yang sangat indah.

Selain tanah liat, ada juga pot berbahan pakis atau kayu. Karakternya hampir sama dengan pot tanah liat. Kesan yang menonjol adalah alami. Numun pot-pot ini mudah rusak dan hancur. Ada lagi pot-pot dari porselen, plastik, kaca, semen, yang tahan lama dan kuat dan sekarang ini, dikreasi dengan desain spesial dan warna-warni. Akan tetapi, pot-pot ini tidak dapat melewatkan kelebihan air dari dinding pot. Oleh sebab itu, pada bagian dasarnya diberi lubang pembuangan air cukup besar.

Lalu, pot mana yang pas untuk violces? Mengingat bunga ini akan diletakkan di atas meja tamu atau meja makan, sebaiknya pilih pot yang astistik. Lazimnya memang memakai pot porselen, yang bentuk, warna dan desainnya menarik. Namun, bisa juga memakai pot tanah liat. Hanya, pada saat diletakkan di atas meja makan, masukkan pot tersebut ke dalam pot porselen atau pot dari rotan. Coba perhatikan, bila bentuk pot bulat atau lonjong dengan warna cokelat, lalu violcesnya berbunga putih dan ungu, sungguh betapa indahnya!

STEK DAUN DAN PEMUPUKAN
Tanaman violces bisa dikembangbiakan dengan stek daun. Caranya, pilih daun-daun yang sehat, lalu potong sekitar 5 cm di bawah pangkal daun. Siapkan juga media penyemaiannya. Setelah media siap, tangkai daun ditanam di dalamnya. Jangan lupa, berikan selubung plastik bening untuk menjaga agar tingkat kelembabannya stabil, dan memperoleh cukup cahaya. Setelah 2 - 3 minggu, buka selubung plastik, dan bibit violces pun dapat ditanam di pot yang telah disediakan.

Media tanam berupa campuran antara tanah subur, kompos, pasir, dan serbuk kulit kayu dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1. Sebagai pedoman, untuk 5 kg campuran media, masih ditambah dengan 1 sendok makan kapur.
 
Pemupukan dilakukan setelah tanaman violces berumur 3 bulan. Biasanya butuh 2 gram atau setengah sendok teh NPK dengan kandungan JLN tinggi (30 : 15 : 15). Selanjutnya, sebulan sekali, beri setengah sendok teh NPK (15 : 30 : 15) dengan kandungan P tinggi. Dosis tersebut umumnya dipakai untuk 1 pot tanaman dengan diameter kurang dari 20 cm. Bila diameter pot lebih besar, maka jumlah pupuk dapat ditambah sedikit. Cara pemupukan, benamkan dalam media tanam, tutup lagi dan siram. Jangan lupa, saat membenamkan pupuk, media tanam dalam pot harus basah agar tanaman violces tidak hangus.

Perawatan violces adalah membuang atau membersihakn daun-daun dan bunga-bunga yang telah layu. Tujuannya, di samping untuk tetap menjaga penampilan, juga merangsang tumbuhnya anakan, daun, dan bunga baru. Cuma, sekali lagi, hati-hati, sebab daun violces mudah sobek dan tangkainya mudah patah.
***


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.