31 Oktober 2014  18:43 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Info Praktis
SERBET MULTI FUNGSI
Astrologi
Berlaku sampai 20 Juni 2004
Kesehatan
Mengenal Terapi Hidrokolon
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

KECUBUNG, MENAWAN DENGAN BUNGA TEROMPETNYA

Awalnya hanya ada di hutan, namun kini sudah banyak ditanam di halaman rumah. Bunganya menawan dan punya banyak manfaat untuk pengobatan berbagai penyakit.


KLIK - Detail Apakah Anda mengenal tanaman kecubung (Datura metel)? Atau mungkin Anda lupa-lupa ingat sembari membayangkan sesuatu tanaman yang pernah dijumpai apakah yang dimaksud itu kecubung atau bukan. Jika Anda tidak yakin, kenali saja bunganya.

Kenapa? Pasalnya, bentuk bunga kecubung sangat khas, menyerupai terompet. Disimak dari penampilan bunganya, kecubung dapat dipilah menjadi tiga jenis. Yang pertama, yang lazim dan mudah didapatkan,adalah kecubung dengan bunga putih atau lembayung. Kedua, berbunga kecil yang terdiri dari satu lapis dan berwarna antara merah dan ungu. Kecubung jenis ini dinamakan "kecubung kasihan." Jenis yang ketiga adalah jenis yang berbunga ganda berwarna keunguan atau ungu tua.

Meski menawan, bunga-bunga kecubung beracun. Di dalamnya terkandung alkaloid, yang dikenal dengan nama hyosiamin dan skopolamin. Apalagi kecubung berbunga putih, yang dinyatakan sebagai jenis yang paling beracun dibanding jenis kecubung lain. Jadi, jika kita berniat memanfaatkan kecubung untuk pengobatan, sebaiknya hanya digunakan secara terbatas, yakni sebagai obat luar.

Bilamana akhirnya sampai keracunan kecubung, maka pertama-tama jangan sampai tertidur. Usahakan minum kopi kental, lalu, hirup sebanyak-banyaknya udara segar.

TEROMPET BERGELANTUNGAN
Awalnya, tanaman kecubung tumbuh liar di hutan belantara. Entah sejak kapan, tanaman ini akhirnya hadir juga di pekarangan-pekarangan rumah. Ada beberapa nama daerah untuk menyebut kecubung. Di Jawa, selain disebut kecubung, juga disebut kacubung atau cubung. Orang Madura menamakannya kacobhung atau cobhung. Di Sumatera, ada yang menyebut toru mabo, ada juga yang menyebutnya kucubu atau kecubueng. Sedangkan orang Sulawesi menamakannya korantungan atau tahuntungan.
 
Kecubung termasuk tanaman perdu, karena tingginya hanya sampai 2 meter. Berbatang keras dengan cabang-cabang banyak dan cukup besar menyerupai kayu. Daunnya berbentuk jantung atau menyirip dangkal, dengan tepi berlekuk-lekuk dan letaknya berhadapan. Kulit buahnya berduri hitam. Bunganya yang mirip terompet tampak bergelantungan ke bawah. Jumlahnya banyak dan warnanya menarik.

Kecubung termasuk tanaman hias bunga yang rajin berbunga sepanjang tahun. Dengan demikian, tanaman ini mampu menyemarakkan halaman rumah kita. Jika ditanam di sudut halaman teras, atau di sudut taman, terlihat ia cukup menonjol dan berani tampil meramaikan situasi yang ada.
***


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.