24 Oktober 2014  17:18 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
LOMBA TEKNOLOGI TEPAT GUNA PKK MAKASSAR
70 HIT'S PARTY EVENT DAN EXHIBITION
EDUKASI AWAM TENTANG NYERI KEPALA
SEMINAR REGIONAL PADU ASEAN KE-3
MUSIK UNTUK KEMERDEKAAN METRO - CITIGROUP
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

Cerita Duka Ibu Fellina
DERITA KARENA BEKAS JAHITAN TERBUKA

Hati Masriyati (30) yang tinggal di Bumi Yapemas Indah, Bekasi, (Jabar) ini terluka melihat penderitaan anak nya setelah operasi. Di bekas jahitan anak bungsunya itu tampak tersembul daging sebesar ibu jari. Ia menduga semua ini karena kelalaian dokter yang menangani. Berikut ungkapan kepedihan ibu dua anak ini.
KLIK - Detail
Sungguh aku tak tega melihat penderitaan anak bungsuku Fellina Azzahra (16 bulan). Putriku yang cantik, lincah, dan selalu ramah pada siapa saja ini sudah 1,5 bulan ini sangat menderita. Bagaimana tidak menderita sekarang?, ususnya keluar. Semua ini akibat kesalahan operasi yang dilakukan pihak Rumah Sakit Karya Medika, Cibitung (RSKM) Januari lalu.

Aku masih ingat, 6 Januari silam, badan putriku panas. Ia juga mencret. Sebagai orang tua siapa, sih yang tidak khawatir? Tanpa buang waktu aku dan suami, Iwan Bahriawan (36) membawa Fellina ke RSIA Karya Medika Tambun Bekasi. Hasil pemeriksaan dokter sangat mengejutkanku. Katanya, putriku kena penyakit usus berlipat. Ususnya harus dipotong sepanjang 15 cm. Tak ada jalan lain, buah hatiku harus menjalani operasi. RSIA Karya Medika merujuk putriku untuk operasi di RSKM.

Saran dokter kuturuti. Fellina segera kubawa ke RSKM. Sebelum operasi, dokter menetapkan uang muka operasi sebesar Rp 2 juta. Padahal, aku dan suami hanya punya duit Rp 200 ribu. Apa yang harus kulakukan? Tak ada pilihan lain, aku meminjam sepeda motor milik kakak suamiku. Buku BPKP kuserahkan ke pihak RSKM sebagai jaminan.

BEKAS JAHITAN TERBUKA
Setelah menunggu sehari, Minggu (11/1) barulah putriku dioperasi. Syukurlah, operasi berjalan lancar. Namun, aku cukup kelabakan untuk membayar biaya operasi. Bayangkan, biayanya tak tanggung-tanggung: Rp 15 juta. Mana bisa aku dan suami cari uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Apalagi kondisi keluargaku pas-pasan.

Meski pontang-panting, aku berhasil mencari pinjaman dari kerabatku dan keluarga suami. Mertuaku sampai jual sawah dan kambing. Aku cukup lega karena bisa melunasi utang RS. Sangat kusayangkan, upaya keluarga tidak didukung cara kerja RS yang rapi. Tak terduga, kondisi Fellina bermasalah karena terbukanya benang jahitan bekas operasi sepanjang 5 cm.

Masalah ini kutanyakan pada pihak RS. Mereka bilang enggak masalah. Nanti bekas jahitan yang terbuka akan tertutup lagi setelah dirangsang dengan pertumbuhan jaringan baru. Aku sih percaya saja penjelasan dokter. Makanya Sabtu (31/1), aku membawa putriku pulang.

KLIK - Detail Waktu terus berlalu tapi keadaan Fellina tak kunjung membaik. Meski sudah kontrol beberapa kali, bekas jahitan di perut putriku yang terbuka, selalu keluar rembesan air dan kotoran. Memang sih dokter menyarankan agar putriku memakai alat kantung plastik penampung. Namun, terus-menerus memakai alat itu, manalah kami sanggup. Harganya saja Rp 7.500 per buah.

Begitulah, dari hari kehari kondisi Fellina makin parah. Sekitar 1,5 bulan belakangan ini, dari bekas jahitan yang terbuka itu muncul kulit menyerupai usus.

Ketika kami bawa kembali ke RSKM Juli lalu, dokter mengatakan putriku harus dioperasi lagi. Ah, mendengar kata operasi, telingaku seperti disengat lebah. Bagaimana tidak kaget, untuk operasi kemarin saja, aku dan suami harus kelabakan pinjam uang. Dari mana lagi kami dapat uang untuk operasi kedua?


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Emma-Pieter Sahetapy
• Hari-hari setelah Avi Bebas
• Willy Dozan Cerai Lagi
• DOR! PARTO PUN BERGAYA "KOBOI"
• Derita Ibunda Penderita Alagille Syndrome
• Kisah Tragis Si Anak Tiri
• Dari Acara Demo Masak Makassar
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.