19 September 2014  03:47 WIB
 
Home | Redaksi | Guest Book | Polling | Mailing List | Newsletter | Daftar Edisi | Chat | Kontak Nova
 

NOVA TERBARU
No. 1044 Thn. XVIII


Dapatkan Segera!
Sirkulasi:
Telp 021-2601666

Varia Warta
FORUM PEMBACA NOVA TERBENTUK
THE DREAM BAND AUDISI YOGYA
IBIS STREET FESTIVAL 2004
KEPEKAAN INDERA BAYI TENTUKAN KECERDASAN
TRANS TAYANGKAN SINETRON DEWA
MEDIA WORKSHOP SEPUTAR MASALAH KEWANITAAN
 
Best view with IE 5.5 & Netscape Navigator 6.1 or higher.
 

GONJANG-GANJING DI KERATON SURAKARTA

Mangkatnya Sinuhun Paku Buwono XII seakan meninggalkan "bom waktu". Kini muncul dua calon raja di Keraton Surakarta. KGPH Hangabehi dan Kol. (Inf) KGPH. Tedjowulan. Siapa yang kelak bakal jadi raja?

KLIK - Detail Semasa hidupnya, Sinuhun Paku Buwono XII (PB XII) memiliki 5 garwa ampil. Masing-masing KRAy. Mandayaningrum, KRAy. Retnodiningrum, KRAy. Pradoponingrum, KRAy. Rogasmoro, dan KRAy. Pujaningrum. Dari kelima istri tersebut tidak da yang diangkat menjadi permaisuri.
Sepeninggal Sang Raja, rupanya tak ada kata sepakat di antara putra-putrinya tentang siapa pengganti takhta ayahanda mereka. Selasa (31/8) lalu, tiga lembaga bentukan PB XII yaitu Pengageng Parentah Keputren, Pengageng Putra Sentanadalem, Pengageng Parentah Karaton, mengeluarkan surat keputusan (SK) nomor 01/2004. SK ditandatangani pejabat tinggi tiga lembaga tersebut yaitu GKR. Alit, KGPH.Hadiprabowo, dan GPH.Dipokusumo.

Isinya, menunjuk Kol. (Inf) KGPH Tedjowulan sebagai penerus dan pengganti PB XII. Penunjukkan itu berdasar enam alasan. Antara lain, untuk mempertahankan kelangsu
ngan Keraton Surakarta. Oleh karena itu, perlu mengangkat seorang penerus yang mampu menjunjung kebesaran keraton seperti yang telah dilakukan PB XII. Selasa (31/8) di Dalem Purnomo, kediaman BRAy.Moorjati Sudibyo di Surakarta, berlangsung penobatan Tedjo sebagai putra mahkota.

KLIK - Detail Pengangkatan Tedjo ditentang saudara sekandung KGPH Hangabehi dan kerabatnya. Mereka menganggap Hangabehi yang berhak atas tahta kerajaan. Ketegangan pun terjadi. Kubu Hangabehi mengaku punya wasiat PB XII soal penunjukan penerus tahta untuk Hangabehi. Para pendukung menganggap Hangabehi sebagai putra mahkota. Rencananya, pada 10 September ini, Hangabehi akan dinobatkan sebagai PB XIII.

Sementara menunggu bagaimana akhir gonjang-ganjing di Keraton Surakarta, berikut komentar para tokoh yang dekat dengan kalangan keraton.

Waljinah:
"RAJANYA MAS BEHI, PATIHNYA MAS DIPO"
Ratu keroncong dan sinden kondang Waljinah, beberapa tahun lalu mendapat gelar dari Keraton Surakarta. Gelar Nyai Bei Kencono Laras Madu diberikan pada Waljinah karena intensitasnya menggeluti dunia tarik suara. Ia pun termasuk dalam komunitas kerabat keraton.

KLIK - Detail "Si Walang Kekek" ini mengungkapkan keprihatinannya akan adanya dua calon raja. "Mestinya
jangan ada dua, ya. Satu saja. Kalau tidak ada permaisuri, ya, saudara lelaki tertua yang diangkat jadi raja yaitu KGPH. Hangabehi. Jangan sampai masalahnya berlarut-larut."
Tentang pandangan yang menyatakan Hangabehi kurang mampu memimpin, Waljinah menanggapi secara sederhana. "Kalau Mas Behi dianggap kurang pinter karena pernah stroke, bisa didampingi adiknya. Mas Behi jadi raja, Mas Dipo jadi patihnya."

Ketika Sinuhun PB XII masih hidup, GPH.Dipokusumo memang selalu mendampingi ke mana pun pergi dan membantu menjalankan pemerintahan keraton. "Hal seperti itu menurut saya masih bisa diteruskan," tutur Waljinah.

Bagaimana dengan KGPH.Tedjowulan? "Wah, saya jarang melihat beliau. Baru akhir-akhir ini saja namanya mencuat, ya."


| kembali ke atas | print artikel ini | kirim artikel ini
Artikel Lain:

• Ribut-Ribut Di Balik Sukses Joy & Delon
• Elma Theana Bakal Nikah?
• Kisah Lima Besar Finalis KDI
• Helena
• Korban Mutilasi Dalam Kenangan Putri Kesayangan
• "ISTRIKU KOMA USAI MELAHIRKAN"
• "Calon Ibu" Tertipu Dukun Palsu
 

Copyright © 2001 www.tabloidnova.com
All rights reserved.