MUKA BENGKAK AKIBAT
ALERGI OBAT
Dokter Waldi yang baik,
Assalamualaikum, saya ibu rumah tangga dengan seorang putri berusia 6
tahun. BB-nya 20 kg. Sejak umur 2,5 tahun, setiap kali BAB, liang duburnya
membengkak. Saya bawa ia ke dokter bedah. Kata dokter tidak apa-apa, kalau
sudah besar pasti juga sembuh. Tapi, sampai sekarang belum sembuh juga, Dok.
Anak saya juga sering demam. Oleh bidan, ia dikasih obat sirup. Setahun
belakangan ini, setiap kali ia demam, kelopak mata sebelah kiri membengkak
dan merah, setelah itu membiru seperti luka memar. Rasanya gatal dan perih.
Saya periksakan ke dokter spesialis anak, tapi jawabannya tidak memuaskan.
Katanya, merah-merah itu hanya karena demam.
Saya jadi penasaran, tiap panas lagi selalu begitu, malah sekarang ditambah
pipi sebelah kanan dan mulut menghitam. Saya bawa ke dokter umum, katanya ia
alergi parasetamol, karena oleh bidan sering dikasih obat itu. Sekarang,
hampir 2 bulan sekali, anak saya demam dan bekas merah-merahnya jadi hitam.
Dok, apa sebetulnya penyakit anak saya? Apakah betul kalau sudah besar nanti
akan sembuh? Apa sebabnya dan kenapa setiap kali demam, muncul merah-merah
dan bekasnya tidak hilang? Benarkah ia alergi parasetamol, dan obat apa yang
sebaiknya saya berikan apabila ia demam lagi? Mohon saran, maaf kalau surat
saya terlalu panjang. Terima kasih, wassalam.
Ny. Lilis - Sumedang
Walaikumsalam ibu
Lilis di Legok Kaler,
Tidak, tidak perlu minta maaf, Bu. Surat Ibu tidak panjang, tulisan Ibu juga
baik sekali, mudah dibaca, hanya agak tak lazim, sebab semuanya ditulis
dengan huruf besar. Pasti makan waktu lama untuk menulisnya ya?
Daerah dubur yang membengkak ketika anak BAB itu menjadi tanda tanya saya.
Saya belum pernah mendengar hal demikian pada anak-anak. Apakah dokter bedah
pernah melihat hal yang sama pada pasien lainnya? Kelihatannya, ada
hubungannya dengan otot di sekitar dubur, ya. Pada pandangan saya, sepanjang
ia tidak mengeluh dengan kelainan ini dan tinjanya dikeluarkan dengan normal
secara teratur, tampaknya tak ada yang harus diperbuat.
Soal kelainan kulit di wajah anak Ibu, rasanya yang disampaikan oleh dokter
umum itu benar. Satu bukti bahwa tidak berarti dokter spesialis lebih pintar
daripada dokter umum, kan? Malah Ibu mengatakan, jawaban dokter spesialis
tidak memuaskan. Sayang sekali. Tidak memuaskan bagaimana, Bu? Terlalu cepat
menjelaskannya? Atau tidak menjelaskan sama sekali?
Di kota kecil, kadang dokter spesialis anak hanya satu-dua orang, sehingga
bisa jadi pasien melimpah dan dokter kekurangan waktu untuk memberikan
informasi yang memadai. Haruskah demikian?
Walaupun sebaiknya dokter harus melihat sendiri gejala yang terdapat pada
kulit, berlandaskan cerita Ibu, penyakit anak Ibu tergolong penyakit kulit
akibat alergi obat. Nama kerennya erupsi obat alergik. Dari beberapa bentuk
penyakit sejenis yang ada, nama yang sesuai untuk kelainan pada anak Ibu
adalah eksantema fikstum atau fixed drug eruption. Kelainan ini biasanya
berbentuk daerah lonjong atau bulat berwarna merah atau kehitaman sebesar
kira-kira mata uang logam, kadang-kadang dapat berisi cairan di dalamnya.
Kelainan ini biasanya timbul pada daerah yang itu-itu saja, tidak pernah
berpindah tempat jika anak Ibu menelan zat/obat tersebut. Tempat yang sering
terkena adalah daerah di sekitar mulut, terutama daerah bibir, bahkan pada
laki-laki bisa di daerah penis, sehingga disangka penyakit kelamin. Bercak
ini lama hilangnya, bahkan bisa menetap (tak dapat hilang).
Karena saya menganggapnya sebagai reaksi alergi obat dan bukan karena panas
badan, maka saya harus mendorong Ibu membuat daftar obat apa yang anak Ibu
telan bilamana panas. Dari sini mungkin dapat diduga apa penyebab bercak
hitam tersebut. Sering minum obat, apa pun jenisnya, dapat mengundang reaksi
alergi, termasuk menelan parasetamol sekalipun, yang merek dagangnya banyak
sekali dijaja di warung dan OTC. Coba Ibu tanyakan ke bidan apa nama obat
yang telah diberikan dari waktu ke waktu bila anak Ibu sakit.
Parasetamol sebetulnya termasuk obat yang cukup aman untuk demam dibanding
obat demam lainnya, lagipula harganya murah. Dan andaikata anak Ibu alergi
parasetamol, bagaimana bila ia demam? Mencari obat demam lain?
Kalau kita mau menelaah lebih jauh, sebetulnya demam yang terjadi pada
seseorang tidak harus buru-buru diobati, apalagi kalau demamnya hanya
sayup-sayup sampai ( 38,5 C). Pada saat demam, tubuh akan mengerahkan
seluruh tentaranya untuk bergerak membasmi kuman. Obat demam lebih sesuai
diminum bila demam disertai keluhan lain yang mengganggu anak, seperti sakit
tulang, sakit otot, sakit menelan, pusing, riwayat kejang. Anak demam bisa
saja tetap bermain dengan lincah, dan di sini obat demam tak diperlukan
sekali. Yang ribut biasanya orang tuanya (juga dokternya), terlebih kalau
sedang ada isu demam berdarah.
Suhu anak dapat diturunkan dengan banyak minum (apa saja yang layak diminum)
dan mandi air hangat. Kalau perlu, mandi beberapa kali sehari! Jangan takut
rematik mandi tengah malam. Pengganti parasetamol ada beberapa jenis yang
beredar, tetapi juga tak ada jaminan bakal tak ada alergi, misalnya
ibuprofen, metampiron, asam mefenamat. Dari segi keamanan, penggunaan
ibuprofen lebih baik daripada metampiron atau asam mefenamat.
Merek dagang yang telah lama dikenal yang mengandung ibuprofen adalah
proris, yang mengandung metampiron adalah Novalgin atau Antalgin, sementara
asam mefenamat lebih dikenal sebagai Ponstan. Pernah dengar, bukan? TApi
hati-hati menggunakannya, lebih baik atas petunjuk dokter, terlebih
metampiron dan mefenamat yang seyogyanya tidak bisa dibeli bebas. Eh, apa
masih ada obat yang tak bisa dibeli bebas di Indonesia. |