klik disini untuk cetak artikel


ANAK INGUSAN? JANGAN SEMBARANG PENCET HIDUNG!

Saat anak Anda terserang pilek, hidungnya beringus. Anda bingung karena sang anak tak bisa mengeluarkan ingus tersebut. Bagaimana, sih, cara mengeluarkan ingus yang benar? Bolehkah dengan cara menyedot atau harus menggunakan alat sedot? Lalu, kenapa juga anak bisa terserang pilek?

Sebagian orang tua ternyata menyedot lendir atau ingus anak dengan mulutnya. Kata mereka, cara itu sudah diwarisi turun-temurun dan lebih mudah. Padahal, cara ini tidak dibenarkan, karena justru akan memindahkan kuman dari orangtua ke anak dan sebaliknya.

KLIK - Detail Fungsi lendir sendiri sebetulnya adalah untuk melindungi selaput lendir. "Namun karena virus menyerang, lendir pun jadi banyak, sehingga jadilah pilek," ujar Dr. Cita H. Murjantyo, Sp.THT dari RS International Bintaro, Jakarta. Pilek adalah reaksi berlebihan lendir yang dikeluarkan dari hidung. "Pilek sendiri terjadi karena masuknya virus yang membuat daya tahan tubuh menurun. Virus ini kemudian berkembang sampai ke glukosa selaput lendir di saluran napas. Nah, karena virus menempel, badan pun ikut bereaksi. Reaksi ini yang dinamakan lendir."

Pilek dapat menyerang anak segala umur. "Bayi usia sampai 6 bulan memang mempunyai sistem imunitas yang bagus, karena masih minum ASI. Namun, tetap harus diperhatikan, kalau kondisi bayi lemah, ya harus diberikan makanan tambahan untuk mendapatkan energi yang lebih besar."

MENGGARUK HIDUNG
Pilek terjadi karena adanya infeksi pada saluran napas atas. "Yang paling sering diserang memang balita, karena daya tahan tubuhnya (sistem imunitas) belum sempurna," ungkap Cita. Lima sampai tigabelas persen pilek akan berkembang menjadi infeksi bakteri.

Pilek atau flu adalah jenis penyakit yang akan sembuh sendiri tanpa obat (self limiting disease) dalam 5 hari, dengan istirahat yang cukup (tidur siang teratur), nutrisi seimbang, ditambah vitamin cukup, misalnya konsumsi buah dan sayur. Oleh karena itu, orang tua harus memerhatikan kondisi anak. Misalnya, jangan sampai anak terlalu lelah bermain yang bisa membuat daya tahan tubuhnya menurun.

"Atau, jangan terlalu sering mengajak anak ke mal, karena anak akan mudah sekali tertular flu akibat kontak langsung maupun kontak lewat udara dengan orang lain."

Gejala-gejala anak terserang flu antara lain:
- Hobi menggaruk hidung
Biasanya, balita akan menggaruk-garuk hidungnya apabila di dalam hidungnya sudah terdapat lendir. Apalagi jika ingus atau lendir mulai cair. Setelah 1-2 hari, lendir akan mengental dibarengi badan yang agak hangat.

- Timbul batuk
Batuk terjadi karena lendir mulai jatuh ke tenggorok. "Batuk merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan lendir yang sudah berkumpul di tenggorok." Biasanya ini terjadi pada hari keempat dan kelima. Kondisi anak akan membaik dengan pemberian obat untuk meredakan pilek, istirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi.

FLU BERKEPANJANGAN
Yang harus diwaspadai adalah jika anak terserang pilek lebih dari 5 hari. "Ini dinamakan flu berkelanjutan. Apabila dibarengi dengan panas tinggi, sakit pada telinga, dan batuk, berarti sudah terjadi infeksi bakteri. Sebaiknya langsung dibawa ke dokter agar dapat cepat ditangani dan tidak berdampak luas ke bagian lain."

Jika anak flu berkepanjangan dibarengi hidung tersumbat, batuk yang tak kunjung sembuh dan mulut atau napas bau, sebaiknya juga waspada. "Pada saat flu, semua organ tubuh di sekitar hidung akan mengalami peradangan, yang bisa menyerang ke bagian telinga dan tenggorokan. Jika peradangan menyerang saluran napas atas, bisa menyebabkan sinusitis."

Sinus adalah rongga atau ruang di dalam tulang tengkorak yang letaknya di sekitar rongga hidung. "Hati-hati jika anak merasa pusing dan suaranya sengau. Bisa jadi sinusnya sudah terisi lendir. Sebaiknya jangan dibiarkan, karena bisa menyebar ke atas (otak). Lendir juga bisa turun ke paru-paru dan menyebabkan sinusbronkhitis."

Sinusitis bisa sembuh, asal tidak ada faktor yang memberatkan, seperti tulang hidung bengkok atau alergi. "Untuk menyembuhkan sinusitis, faktor-faktor tadi harus diperbaiki dulu."

JANGAN MENYEDOT INGUS

Biasanya, anak akan kesulitan membuang ingus, apalagi jika anak masih di bawah umur. Sehingga, orang tua pun akan turun membantu. Beberapa cara bisa Anda lakukan untuk membantu buah hati membuang ingusnya.

1. Beri contoh
Peragakan cara membuang ingus di depan anak. Ini akan mengajarkan anak untuk belajar membuang ingusnya sendiri. Tentu, ini bisa dilakukan jika anak sudah agak besar. Buang ingus bergantian melalui salah satu hidung. Hindari menekan atau memencet 2 lubang hidung bersamaan agar tekanan udara ke telinga tidak terlalu tinggi. "Juga, jangan membuang ingus secara keras karena telinga akan sakit."

2. Gunakan alat sedot
Untuk membantu mengeluarkan ingus pada anak yang masih kecil, Anda bisa menggunakan alat sedot atau pipet. "Seringkali, orang tua menyedot ingus anaknya dengan mulutnya. Ini tidak diperbolehkan, karena akan memindahkan kuman." Penggunaan pipet harus sesuai aturan dan kebutuhan, dan kalau belum berhasil juga, jangan dipaksakan. "Takutnya, pembuluh darah besar pecah dan terjadi mimisan. Lebih baik segera ke doker."

3. Obat pengencer lendir
Bisa juga dengan obat pengencer lendir, sehingga ingus mudah dikeluarkan. "Atau dengan banyak minum, baik air putih atau air jeruk panas. Jangan biarkan anak minum es dan berenang, karena rongga hidungnya sedang bengkak, lendirnya banyak. Air kolam renang yang masuk ke dalam hidung akan memberikan tekanan yang akan membantu virus menyebar kemana-mana," terang Cita.



klik disini untuk cetak artikel