klik disini untuk cetak artikel


Brownies
Simbol Cinta Yang Tak Semudah Membuatnya

Perasaan cinta bisa ditunjukkan dengan berbagai cara. Entah mengirim bunga, makan malam bersama, atau bahkan memberikan kue brownies buatan sendiri. Kue cokelat ini diharapkan dapat menggairahkan kembali perasaan cinta yang telah lama beku di hati seorang pria. Mampukah sang wanita meluluhkan kebekuan itu?
KLIK - Detail

Menurut sejarah, awalnya brownies adalah kue cokelat yang salah buat. Ketika hendak dibuang ternyata punya rasa sendiri. Sesuatu yang jelek itu belum tentu tidak punya rasa. Itulah yang ingin disampaikan Hanung Bramantyo, sutradara Brownies yang ingin menyampaikan cerita melalui simbol kue brownies. Film menjadi menarik karena menampilkan pernikahan adat Minang lengkap dengan tata cara dan atributnya. Puluhan artis SinemArt dilibatkan sebagai cameo (muncul sekilas) yang hadir sebagai tamu undangan pernikahan.

Brownies bercerita tentang Mel (Marcella Zalianty), seorang praktisi periklanan. Selain cantik, lembut, dan cerdas, Mel sedang berusaha menemukan kembali cintanya setelah tunangannya, Joe (Philip Yusuf), melukai dirinya. Yang menarik, ia gemar sekali brownies yang menurut Mel selalu berhasil membuatnya nyaman.Sayang kecintaannya akan brownies berbanding terbalik dengan kemampuannya meracik kue itu. Brownies bikinan Mel tidak enak. Ia tidak pernah berhenti berjuang untuk membuat brownies yang mantap.

Saat Joe ulang tahun, Mel ingin memberikan kejutan. Nyatanya Mel menemukan Joe sedang bercinta dengan perempuan lain. Ia pun menyibukkan diri membantu pernikahan Didi dan Lilo (Arie K Untung). Kedua pasangan ini akhirnya berpikir untuk menyelamatkan Mel dengan menjodohkannya dengan orang yang tepat. Saat Lilo bertemu dengan sahabatnya, Are (Bucek Depp), pemilik sebuah kafe, mereka langsung mempromosikan Are pada Mel. Apalagi, Are jago bikin brownies yang jadi hidangan utama di kafénya.

Mel perlahan mengagumi wawasan dan kecerdasan Are. Bagi Mel, Are itu misterius karena tak pernah mau memakan brownies buatannya sendiri. Penyebabnya, karena brownies terenak adalah buatan ibunya yang sudah meninggal. Resep warisan itulah yang dia teruskan. Sehingga Are beranggapan, perempuan yang sempurna adalah sosok ibunya.

Di saat Joe akan bertunangan dengan Astrid, tiba-tiba Joe mengajak Mel kembali. Joe bahkan berjanji akan menikahi Mel, dan berjanji memutuskan hubungan dengan Astrid, asal Mel ikut dengan dirinya saat bertemu Astrid. Mel yang luluh dengan rayuan itu tak ingat tanggal yang disebutkan Joe bersamaan dengan launching novel Are. Didi menganggap Mel childish karena memberikan harapan begitu besar pada Are. Sedih, Mel pun tak pergi ke mana-mana. Joe harus belajar memutuskan sendiri, sementara untuk datang ke tempat Are, Mel merasa tidak pantas. Selama di rumah, Mel mencoba membuat brownies agar Are mau kembali merasakan manisnya brownies.

Khusus Brownies, Hanung menggunakan format kamera HD (High Definition), teknologi baru yang digunakan untuk film. "Dengan teknologi HD, resolusinya lebih tinggi dari kamera kebanyakan. Teknologi ini juga tidak mengenal blow up, bisa langsung print ke pita seluloid 35 mm. Dari segi biaya teknologi ini lebih ekonomis," ujar sutradara sinetron Malam Pertama ini.

Adegan di kafe buku Are, lokasinya diambil di toko buku Jose Rizal Manua yang posisinya persis berada di pojok Taman Ismail Marzuki. "Riskan kalau sampai pinjam buku ke orang lain," jelas Hanung yang menghabiskan biaya Rp 20 juta untuk set kafe tersebut. Sementara untuk brownies, menghabiskan 20 boks dalam 1 bulan. "Tapi, kami, kan, kerjasama dengan dapur cokelat," ujar Hanung yang juga menyutradarai film Catatan Akhir Sekolah.

Berbeda dengan Marcella yang sudah ditentukan SinemArt, maka sosok Are yang diperankan Bucek melalui proses kasting. "Dari segi usia memang sudah tidak tergolong muda lagi. Namun, dia semakin matang. Seperti artis Amerika, sudah berkeluarga, usia tak muda, tapi masih tetap good looking."

KLIK - DetailBucek Depp
Dua Kali Kasting

Setelah Kuldesak dan Beth, pria bernama lengkap Al Aththur Muchtar ini kembali main film layar lebar. "Saya ikut dua kali kasting. Sebelum syuting kami dikarantina dulu. Senangnya, saya dapat pelajaran akting dan pendalaman karakter dari Bang Yos," tutur ayah Arla Aylani Muchtar, dari perkawinannya dengan Cilla.

Sebenarnya, cerita Brownies ringan. "Justru itu yang membuat menarik, belum tentu yang ringan mengerjakannya gampang," kata Bucek yang senang bisa main bareng Marcella. "Istri saya sangat mendukung apa yang saya kerjakan. Selama itu positif dan merupakan hobi saya, pasti dia akan mendukung," kata Bucek yang hobi otak-atik otomotif.



klik disini untuk cetak artikel